Lhokseumawe – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Al-Banna membuka 100 beasiswa pendidikan bagi lulusan SMA/sederajat yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Aceh. Program ini bertujuan meringankan beban ekonomi keluarga korban bencana sekaligus memastikan para lulusan tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ketua STIH Al-Banna, Muksalmina, S.H.I., M.H., menyampaikan bahwa bencana banjir telah berdampak serius terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Banyak keluarga mengalami kesulitan pascabencana sehingga rencana anak-anak untuk melanjutkan pendidikan tinggi terancam tertunda. Hal tersebut disampaikannya pada Rabu (21/1/2026).
“STIH Al-Banna hadir untuk memastikan pendidikan anak-anak Aceh tidak terhenti akibat bencana. Melalui program 100 beasiswa ini, kami berharap dapat membantu para orang tua sekaligus menjaga masa depan generasi muda pascabanjir,” ujar Muksalmina.
Ia menjelaskan, beasiswa diberikan dalam bentuk pembebasan atau keringanan biaya pendidikan, disertai pendampingan akademik serta pembinaan karakter selama masa studi. Para penerima beasiswa juga akan memperoleh penguatan kompetensi di bidang hukum dan kesempatan mengikuti program magang sebagai bekal memasuki dunia kerja setelah lulus.
Program beasiswa ini mencerminkan nilai kemanusiaan dan keagamaan, bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban yang harus dijaga, terutama bagi mereka yang terdampak bencana. Kepedulian terhadap pendidikan korban banjir menjadi wujud nyata semangat ta’awun (saling menolong) dan rahmah (kasih sayang).
Secara yuridis, program tersebut merupakan implementasi amanat Pasal 31 ayat (1) dan (2) UUD NRI Tahun 1945 yang menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan serta mewajibkan negara memajukan pendidikan nasional. Dalam kondisi kebencanaan, pemenuhan hak atas pendidikan menjadi semakin penting guna mencegah terjadinya putus sekolah.
Pelaksanaan program ini juga selaras dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi kelompok rentan, serta berada di bawah pembinaan LLDIKTI Wilayah XIII.
Beasiswa diprioritaskan bagi lulusan SMA/sederajat tahun berjalan dari keluarga korban banjir, dengan melampirkan surat keterangan dari aparatur gampong atau instansi berwenang. Kuota terbatas hanya untuk 100 orang dan pendaftaran akan ditutup setelah kuota terpenuhi.
Informasi lengkap terkait persyaratan dan pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi STIH Al-Banna di https://stihalbanna.ac.id.
