Pulihkan Perpustakaan dan Trauma Healing Pascabanjir, Mahasiswa KPM UIN Ar-Raniry Turun ke SD Negeri 11 Muara Batu



Aceh Utara — Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Utara tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga melumpuhkan aktivitas pendidikan dan literasi. Salah satu fasilitas yang terdampak paling parah adalah ruang perpustakaan sekolah, dengan ribuan buku rusak akibat rendaman air dan lumpur, sehingga proses belajar mengajar sempat terhenti.

Kondisi tersebut terjadi di SD Negeri 11 Muara Batu, Desa Reuleut Barat, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025 menyebabkan fasilitas sekolah, khususnya perpustakaan, tidak dapat difungsikan. Hingga beberapa minggu pascabanjir, ruang perpustakaan masih dipenuhi lumpur dan koleksi buku dalam kondisi rusak berat.

Saat dimulainya kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada 2 Januari 2026, kondisi sekolah masih berada dalam status darurat pembersihan. Kerusakan paling signifikan terlihat di ruang perpustakaan, dengan rak-rak buku bertumbangan dan koleksi berserakan di lantai, menyatu dengan lumpur yang mulai mengering.

Banyak buku ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan, saling lengket, basah, ditumbuhi jamur, serta mengeluarkan bau menyengat akibat pembusukan kertas. Bahkan, sejumlah tumpukan buku telah menjadi sarang belatung, menciptakan lingkungan yang tidak higienis bagi siswa.

Menanggapi kondisi tersebut, enam mahasiswi KPM Tematik Kebencanaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang berlatar belakang keilmuan Ilmu Perpustakaan turun langsung melakukan aksi penyelamatan ruang dan koleksi perpustakaan. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan lumpur, pemilahan buku, pengeringan koleksi, serta penataan ulang ruang baca sebagai langkah awal pemulihan fungsi literasi sekolah.

Selain berfokus pada pemulihan fisik, tim KPM juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis siswa. Pascabanjir, para siswa mengalami penurunan semangat belajar akibat rusaknya lingkungan sekolah yang selama ini menjadi ruang aman dan nyaman bagi mereka.

Sebagai bentuk pemulihan psikososial, tim KPM menyelenggarakan program trauma healing secara bertahap. Kegiatan meliputi lomba edukatif, pembuatan pohon harapan, unjuk bakat siswa, kegiatan daur ulang sampah, serta sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan dan kesehatan gigi. Program ini mendapat antusiasme tinggi dari para siswa, terutama saat pelaksanaan unjuk bakat yang menjadi ruang ekspresi dan keceriaan anak-anak.

Ketua tim KPM menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membantu sekolah bangkit secara fisik dan mental pascabencana.

“Kami ingin anak-anak kembali merasa bahwa sekolah adalah tempat yang aman dan menyenangkan. Ketika semangat belajar mereka pulih, proses pemulihan pascabencana juga akan berjalan lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 11 Muara Batu, Bakhtiar, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim KPM atas kontribusi yang diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang dilakukan. Program KPM ini sangat membantu. Anak-anak terlihat sangat antusias, senang mengikuti arahan, dan bermain bersama,” ungkapnya, Jumat (23/1/2026).

Kegiatan KPM Tematik Kebencanaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh berlangsung selama hampir tiga pekan, terhitung sejak 2 hingga 23 Januari 2026. Kehadiran mahasiswa, dengan dukungan penuh dari pihak sekolah dan para guru, disambut positif oleh seluruh warga sekolah. Upaya penyelamatan perpustakaan serta pendampingan psikologis terhadap siswa dinilai sangat membantu dalam mempercepat proses pemulihan pascabanjir di lingkungan SD Negeri 11 Muara Batu.[Syahrul]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama