Aceh — Aliansi Pers Kawal Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab Rekon) Pasca Banjir Aceh 26 November 2025 dijadwalkan mulai melakukan observasi dan investigasi langsung ke sejumlah daerah terdampak banjir mulai pekan depan.
Langkah ini sebagai bentuk peran aktif jurnalis Aceh dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas penanganan pascabencana banjir di berbagai wilayah.
Ketua Aliansi Pers, Masri, mengatakan kegiatan observasi dan investigasi akan berlangsung selama 26 Januari hingga 15 Februari 2026, dengan melibatkan ratusan wartawan dari berbagai media di Aceh.
“Sesuai jadwal, mulai 26 Januari sampai 15 Februari 2026, Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir Aceh akan melakukan observasi dan investigasi langsung ke lapangan di sejumlah wilayah terdampak,” kata Masri, Jumat (23/1/2026).
Adapun wilayah yang menjadi sasaran kegiatan meliputi Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Pidie Jaya, dan Bener Meriah.
Masri menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas berbagai laporan, keluhan, dan aduan masyarakat korban banjir yang diterima Aliansi Pers dalam dua pekan terakhir.
“Selama dua minggu ini, kami menerima banyak informasi dan keluhan dari korban terdampak. Selanjutnya kami melakukan pengumpulan data dan kajian sebagai bahan observasi dan investigasi. Insya Allah sekitar 100 lebih anggota Aliansi akan terjun ke lapangan,” ujarnya.
Selain menindaklanjuti keluhan warga, Aliansi Pers juga akan memantau progres penanganan pascabanjir, termasuk metode pendataan korban, pembangunan rumah sementara, serta pemenuhan kebutuhan dasar.
“Kami ingin mengetahui sejauh mana perkembangan penanganan pascabencana, mulai dari pendataan, pembangunan hunian sementara, hingga pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan pelayanan kesehatan,” jelas Masri.
Masri menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan investigasi dan observasi akan dilakukan dengan mengutamakan prinsip profesionalitas, akuntabilitas, dan imparsialitas.
Hasil investigasi nantinya akan dikaji secara menyeluruh sebelum dipublikasikan dan diseminasi melalui berbagai platform media, serta disampaikan sebagai rekomendasi kepada pihak terkait.
“Dalam proses investigasi, kami tetap mengedepankan kerja profesional, akuntabel, dan imparsial. Setelah hasilnya dikaji, baru kami publikasikan dan rekomendasikan kepada pihak terkait,” pungkasnya.[*]
