Ayah Wa Bersama Istri Santuni Ribuan Warga pada Malam Meugang



Aceh Utara - Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti kediaman pribadi Ismail A Jalil di Gampong Matang Drien, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Selasa malam (17/2/2026). Bupati yang akrab disapa Ayah Wa itu, didampingi istri tercinta, Ny. Musliana Ismail, menyantuni ribuan warga dalam rangka tradisi meugang menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M.

Selepas magrib masyarakat telah berdatangan dengan penuh antusias. Mereka berasal dari berbagai gampong dan latar belakang, mulai dari kaum dhuafa, para lansia, hingga masyarakat umum yang ingin bersilaturahmi langsung dengan pemimpin daerahnya. Meski ribuan orang memadati lokasi, suasana tetap tertib dan kondusif berkat pengaturan yang baik dari panitia dan unsur terkait.

Di tengah kerumunan warga, Ayah Wa bersama Istri, tampak berdiri menyambut satu per satu masyarakat dengan senyum hangat. Ia menyerahkan santunan secara langsung sembari menyapa dan berbincang singkat dengan warga. Momen tersebut bukan sekadar pembagian bantuan, melainkan menjadi ruang silaturahmi yang mempererat ikatan batin antara pemimpin dan rakyatnya.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Aceh Utara, M. Jhony, Ketua Komisi IV DPRK Aceh Utara, Bukhari, SE, serta sejumlah tokoh masyarakat dan unsur lainnya. Kebersamaan yang terjalin malam itu mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus hidup di tengah masyarakat.

Dalam keterangannya, Ayah Wa menyampaikan bahwa kegiatan santunan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun pada momentum meugang, baik menjelang Ramadhan maupun menyambut Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Menurutnya, tradisi meugang bukan hanya sekadar adat warisan leluhur, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial dan berbagi rezeki kepada sesama.

“Santunan yang kita berikan kepada masyarakat merupakan program rutin setiap menyambut meugang, baik meugang Ramadhan maupun menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Ini adalah bentuk kebersamaan dan kepedulian kita kepada sesama,” ujar Ayah Wa dengan penuh ketulusan.

Ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban masyarakat, terutama dalam menyambut bulan suci yang penuh berkah. Baginya, kebahagiaan Ramadhan akan terasa lebih lengkap ketika dapat dirasakan bersama, tanpa ada yang merasa tertinggal.

“Semoga apa yang kita berikan hari ini dapat membantu dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat dalam menyambut bulan suci. Ramadhan adalah bulan berbagi dan mempererat silaturahmi,” tambahnya.

Pelaksanaan kegiatan turut dibantu oleh anggota KPA dan PA wilayah Daerah IV Tgk Chik di Tunong yang mengatur jalannya acara dengan penuh tanggung jawab. Berkat kerja sama semua pihak, proses penyaluran santunan berlangsung aman, tertib, dan lancar meski dihadiri ribuan warga.

Malam meugang di kediaman Ayah Wa bukan hanya tentang bantuan materi, melainkan juga tentang sentuhan empati dan kehangatan. Di tengah keramaian, tersirat pesan sederhana namun mendalam: bahwa kepedulian dan kebersamaan merupakan fondasi utama dalam membangun Aceh Utara yang lebih harmonis dan berkeadilan.

Tradisi meugang pun kembali menjadi pengikat rasa, menyatukan pemimpin dan masyarakat dalam doa serta harapan, menyongsong Ramadhan 1447 Hijriah dengan hati yang bersih, penuh syukur, dan semangat untuk saling berbagi. [Alman]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama