Aceh – Dalam rangkaian Rihlah Mahabbah yang berlangsung pada 5–10 Syawal 1447 H, Forum Dai Milenial (FDM) melaksanakan ziarah ke makam ulama kharismatik Aceh, Tgk. H. Abdul Aziz bin M. Shaleh (Abon Samalanga). Kegiatan ini menjadi momen penuh khidmat untuk mengenang jasa besar beliau dalam membangun dan menguatkan tradisi pendidikan dayah di Aceh.
Abon Samalanga dikenal sebagai sosok ulama yang memiliki dedikasi tinggi dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis dayah. Warisan keilmuannya tidak hanya melahirkan banyak murid, tetapi juga membentuk karakter generasi yang berpegang teguh pada adab, ilmu, dan nilai keislaman.
Ziarah tersebut diikuti oleh para dai muda FDM dengan penuh kekhusyukan, diisi dengan doa bersama serta refleksi atas keteladanan dan perjuangan dakwah yang telah diwariskan oleh para ulama terdahulu.
Ketua Umum Forum Dai Milenial, H. Akbar Miswari, S.Sos., menyampaikan bahwa ziarah ini menjadi pengingat penting akan peran ulama dalam membangun peradaban keilmuan, khususnya melalui dayah.
“Abon Samalanga sosok ulama yang telah banyak melahirkan kader ulama Aceh dengan keteguhan dalam menjaga tradisi pendidikan dayah. Dari beliau, kita belajar bahwa dakwah tidak hanya disampaikan, tetapi juga diwariskan melalui proses pendidikan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa generasi dai muda memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan perjuangan tersebut dengan tetap menjaga nilai dan semangat keilmuan yang telah dibangun oleh para ulama.
Salah satu petuah yang hingga kini masih dikenang dari Abon Samalanga adalah “Beut seumeubeut.”
Pesan singkat tersebut mengandung makna mendalam tentang pentingnya terus belajar dan mengajar sebagai inti dari perjuangan dakwah dan pendidikan Islam.
Sementara itu, Pembina Forum Dai Milenial, Abi Husnaini Hasbi, MA, menyampaikan bahwa ziarah ini menjadi sarana untuk menguatkan kembali hubungan spiritual dan keilmuan dengan para ulama pendahulu.
“Abon Aziz telah meletakkan dasar yang kuat dalam pendidikan dayah. Tugas kita hari ini adalah menjaga dan melanjutkan warisan tersebut, dengan terus menghidupkan semangat belajar, mengajar, dan membina umat,” ungkapnya.
Kegiatan ziarah ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam Rihlah Mahabbah FDM, yang tidak hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga tradisi keilmuan dayah sebagai fondasi dakwah di Aceh.
Melalui kegiatan ini, Forum Dai Milenial berharap para dai muda mampu meneladani perjuangan Abon Samalanga, serta terus menghidupkan semangat “beut seumeubeut” dalam kehidupan dakwah dan pendidikan di tengah masyarakat.[rd]
