Lhokseumawe – Ahli Ilmu Falak Aceh, Tgk Ismail, menyebutkan kondisi hilal Zulhijjah 1447 Hijriah di enam titik pengamatan di Aceh telah memenuhi dan melebihi kriteria imkan rukyat.
Dikutip pada AJNN, Sabtu (16/5/2026). Tgk Ismail mengatakan enam titik pengamatan di Aceh menjadi bagian dari 88 lokasi rukyatul hilal yang disiapkan Kementerian Agama RI di seluruh Indonesia untuk penetapan awal Zulhijjah 1447 H.
“Kementerian Agama telah menyiapkan 88 lokasi rukyah hilal dari Sabang sampai Merauke dan enam titik diantaranya berada di Provinsi Aceh,” kata Tgk Ismail yang juga dosen Ilmu Falak Fakultas Syariah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.
Menurutnya, enam titik pengamatan resmi tersebut nantinya akan menyumbang data dan informasi kepada tim sidang isbat saat pengamatan hilal dilakukan pada 17 Mei 2026 atau bertepatan dengan 29 Zulkaidah 1447 Hijriah.
Tgk Ismail menjelaskan, posisi Aceh sangat penting dalam penentuan awal Zulhijjah karena wilayah tersebut memiliki posisi hilal tertinggi di Indonesia, baik dari sisi ketinggian maupun elongasi.
“Untuk mengetahui potensi keterlihatan hilal di enam titik tersebut perlu diketahui data hilal saat matahari terbenam di lokasi masing-masing secara astronomis,” ujarnya.
Kondisi hilal di enam titik pengamatan di Aceh menunjukkan hasil di atas standar imkan rukyat. Di titik Tugu 0 Kilometer Sabang misalnya, tinggi hilal mencapai 6 derajat 39 menit 46 detik dengan elongasi 10 derajat 37 menit 51 detik.
Sementara di Observatorium Tgk Chik Kuta Karang Lhoknga, tinggi hilal tercatat 6 derajat 42 menit 19 detik dengan elongasi 10 derajat 37 menit 13 detik. Adapun di Pantai Lhok Geulumpang Setia Bakti Aceh Jaya, tinggi hilal mencapai 6 derajat 35 menit 45 detik dengan elongasi 10 derajat 36 menit 06 detik.
Selain itu, di titik POB Suak Geudeubang Aceh Barat, tinggi hilal berada pada 6 derajat 31 menit 10 detik dengan elongasi 10 derajat 34 menit 46 detik. Sedangkan di Pantai Nancala Teupah Barat Simeulue, tinggi hilal tercatat 6 derajat 16 menit 18 detik dengan elongasi 10 derajat 32 menit 57 detik.
Terakhir, di Bukit Blang Tiron Kompleks Perumahan PT Perta Arun Gas Kota Lhokseumawe, tinggi hilal mencapai 6 derajat 28 menit 04 detik dengan elongasi 10 derajat 33 menit 36 detik.
Tgk Ismail mengatakan seluruh titik pengamatan tersebut telah memenuhi standar minimal imkan rukyat, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Dalam kajian ilmu falak, lanjutnya, kondisi hilal saat ini sudah masuk kategori Qat’i Rukyat sehingga bulan berjalan tidak memungkinkan digenapkan menjadi 30 hari.
“Atas dasar tersebut, maka 1 Zulhijjah 1447 Hijriah bertepatan dengan Senin, 18 Mei 2026. Sementara Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah bertepatan dengan Rabu, 27 Mei 2026,” jelasnya.
Meski demikian, penetapan resmi awal Zulhijjah dan Idul Adha 1447 Hijriah tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama RI yang akan digelar pada Ahad, 17 Mei 2026.[*]
