MUQ Aceh Selatan Gelar Daurah Tuhfatul Athfal dan Seminar Sanad Al-Qur’an, Perkuat Kualitas Santri Qur’ani

Aceh Selatan – Madrasah Ulumul Qur’an (MUQ) Aceh Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas keilmuan Al-Qur’an melalui dua kegiatan penting, yakni daurah (pelatihan intensif) kitab Tuhfatul Athfal dan Seminar Al-Qur’an bertema “Transmisi Sanad Al-Qur’an dari Rasulullah SAW ke Ulama Nusantara”.

Kegiatan daurah kitab tajwid Tuhfatul Athfal digelar sebagai upaya memperdalam pemahaman ilmu tajwid, khususnya bagi para santri yang sedang menempuh pendidikan Al-Qur’an. Puluhan santri mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias.

Dalam pelaksanaannya, para peserta dibimbing langsung oleh Ustaz Muhammad Abid Muaffan yang dikenal kompeten di bidang ilmu Al-Qur’an. Materi yang disampaikan berfokus pada kaidah-kaidah dasar tajwid yang terkandung dalam nadzam Tuhfatul Athfal, sebuah kitab klasik yang ringkas dan mudah dipahami dalam mempelajari hukum bacaan Al-Qur’an.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan praktik bacaan, evaluasi, serta sesi tanya jawab, sehingga menciptakan suasana belajar yang interaktif dan efektif.

Pimpinan MUQ Aceh Selatan, Tgk. Dr. (Cand) Muhammad Ridho Agung, S.Pd., M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat fondasi bacaan Al-Qur’an para santri agar sesuai dengan kaidah yang benar.

“Daurah ini bukan sekadar kegiatan sementara, tetapi bagian dari ikhtiar kita dalam mencetak generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan menguasai cabang-cabang ilmu Al-Qur’an,” ujarnya.

Selain daurah, MUQ Aceh Selatan juga menggelar Seminar Al-Qur’an pada Ahad (3/5/2026) malam di Mushalla Darul Huffadz. Seminar yang berlangsung ba’da Isya ini menghadirkan Ustaz Muhammad Abid Muaffan sebagai pemateri, yang dikenal sebagai peneliti sanad Al-Qur’an Nusantara sekaligus pengajar di Ma’had Tahfiz dan Kemukjizatan Al-Qur’an (MTKQ) Perak, Malaysia.

Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa sanad merupakan aspek fundamental dalam menjaga keaslian Al-Qur’an. Tradisi sanad, menurutnya, menjadi bukti bahwa Al-Qur’an ditransmisikan secara autentik dari generasi ke generasi hingga tersambung kepada Rasulullah SAW.

“Sanad bukan sekadar tradisi, tetapi jaminan otentisitas Al-Qur’an yang harus terus dijaga,” ungkapnya di hadapan peserta seminar.

Seminar tersebut diikuti oleh santri dan dewan guru MUQ Aceh Selatan dengan antusias. Sesi diskusi berlangsung aktif, khususnya membahas peran ulama Nusantara dalam menjaga tradisi sanad di tengah perkembangan zaman.

Pimpinan MUQ Aceh Selatan menyebut kedua kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan literasi keilmuan Al-Qur’an di lingkungan pesantren. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut guna memperdalam pemahaman santri, tidak hanya pada aspek bacaan dan hafalan, tetapi juga pada jalur periwayatan Al-Qur’an.

Salah satu peserta daurah mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini sangat membantu dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an, terutama dalam memahami hukum-hukum tajwid yang sebelumnya belum dikuasai secara maksimal.

Sementara itu, Kepala Pengajaran dan Kurikulum Dayah Pesantren MUQ Aceh Selatan, Ustaz Muhammad Ragil Ichfa, Lc., menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung selama sehari semalam ini menjadi kesempatan berharga bagi santri untuk memperkuat pemahaman tajwid, baik secara teori maupun praktik.

Ia juga menjelaskan bahwa Tuhfatul Athfal merupakan kitab ringkas karya ulama Al-Qur’an, Syaikh Sulaiman Al-Jamzuri, yang menjadi rujukan penting dalam pembelajaran tajwid.

Kegiatan ini turut dihadiri Plt. Kepala UPTD MUQ Aceh Selatan, Ustaz Abdurrahman, S.HI., Kepala Pengasuhan dan Koperasi, Ustaz Rosul Pilihan Daulay, M.Pd., serta dewan guru lainnya.

Melalui penyelenggaraan daurah dan seminar ini, MUQ Aceh Selatan berharap dapat terus melahirkan generasi Qur’ani yang unggul, tidak hanya dalam bacaan, tetapi juga dalam pemahaman serta penjagaan keaslian Al-Qur’an di tengah masyarakat.[Ridho]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama