Pidie Jaya - Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kebencanaan di Kabupaten Pidie Jaya. Kehadiran mereka disambut hangat oleh masyarakat yang masih berupaya bangkit pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.
Kegiatan KKN Tematik Kebencanaan Siklon Tropis Senyar ini dilaksanakan oleh Kelompok Manyang Cut di Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Program ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang berlangsung selama 14 hari.
Adapun mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Manyang Cut, yakni Muhammad Farhan (FEB), Salsa Billa Putri Nuriman (FISIP), Intan Sulistia (FISIP), Raisha Aurelia (FKIP), Nadilati Fuddailah (FISIP), M. Daffa Nurhafidz (FH), Cut Shahnaz Ferdiana Ichwan (FH), Asyifa Nadhirah (FKEP), Alief Nasyawal Achdar (FKIP), dan Habib Alfarezi (FEB).
Selama pelaksanaan KKN, para mahasiswa menjalankan sejumlah program yang telah disusun, antara lain kegiatan trauma healing bagi anak-anak, edukasi kebencanaan kepada masyarakat, serta gotong royong memperbaiki fasilitas umum dan rumah warga yang terdampak bencana.
Keuchik Gampong Manyang Cut, Dahlan Usman, mengapresiasi kehadiran mahasiswa USK di desanya. Menurutnya, keberadaan mahasiswa tidak hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan semangat dan harapan baru bagi masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa USK. Mereka bukan hanya membawa ilmu, tetapi juga semangat baru bagi masyarakat kami. Ini menjadi bukti nyata kepedulian kampus terhadap desa yang sedang bangkit dari bencana,” ujar Dahlan Usman.
Salah seorang mahasiswa KKN, Alief Nasyawal Achdar, mengungkapkan bahwa pengabdian di Pidie Jaya memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta KKN.
“Kami belajar banyak dari masyarakat di sini, bukan hanya tentang menghadapi bencana, tetapi juga mengenai ketabahan dan kuatnya semangat gotong royong. Semoga ilmu yang kami bawa dapat bermanfaat bagi warga,” kata Alief.
Program KKN Tematik Kebencanaan Siklon Tropis Senyar Universitas Syiah Kuala ini diharapkan tidak hanya membantu pemulihan psikologis dan sosial masyarakat, tetapi juga mempererat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat.[*]
