Dedikasi Guru Madrasah di Aceh, Azhar Kiran Gerakkan Pemulihan Spiritual Pasca-Bencana

Pidie Jaya – Di tengah upaya pemulihan pasca banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, sosok pendidik bernama Azhar Kiran tampil membawa harapan. Melalui gerakan kemanusiaan dan spiritual, ia membantu ribuan santri dan masyarakat bangkit dari dampak bencana.

Azhar Kiran, S.Pd., M.Pd., merupakan putra asli Kiran Dayah, Kecamatan Jangka Buya, Kabupaten Pidie Jaya. Di bawah naungan organisasi Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia, ia menunjukkan bahwa peran guru tidak hanya terbatas di ruang kelas, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat.

Saat ini, Azhar aktif mengajar di sejumlah lembaga pendidikan, seperti MTsN 4 Pidie, SMP Swasta Abu Lamkawe, MTsS Tastafi Blang Awe, dan Dayah MUQ Pidie Jaya. Di sela aktivitasnya, ia menginisiasi kolaborasi lintas provinsi dengan berbagai lembaga kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan bagi wilayah terdampak bencana.

Melalui kerja sama dengan sejumlah yayasan dari berbagai daerah di Indonesia, Azhar berhasil mengoordinasikan distribusi ribuan mushaf Al-Qur’an wakaf untuk masyarakat Aceh, khususnya di wilayah Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen.

“Banyak santri terpaksa mengaji dengan mushaf yang rusak akibat banjir. Bantuan ini menjadi harapan baru bagi pendidikan agama di Aceh,” ujar Azhar, Sabtu (25/4/2026).

Sebanyak 7.500 mushaf Al-Qur’an, ratusan buku Iqra, serta buku bacaan Islami telah disalurkan ke berbagai lembaga pendidikan formal dan nonformal, seperti TPA, balai pengajian, dayah, dan madrasah. Penyaluran bantuan menjangkau 12 kecamatan di tiga kabupaten, memastikan distribusi tepat sasaran bagi para penerima manfaat.

Suasana haru menyertai proses penyaluran bantuan. Para santri turut mendoakan para donatur. “Semoga setiap huruf yang kami baca menjadi pahala bagi para pewakaf,” ucap salah seorang santri dengan penuh haru.

Dedikasi Azhar juga mendapat apresiasi nasional. Ia meraih PGM Award 2025 yang diberikan oleh Pimpinan Pusat PGM Indonesia di Jakarta. Penghargaan ini menjadi bukti komitmennya dalam menggerakkan kepedulian sosial berbasis pendidikan.

Selain itu, Azhar mengajak seluruh guru madrasah di Aceh untuk memperkuat solidaritas melalui organisasi PGM Indonesia. Ia mendorong para pendidik menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah perjuangan bersama, baik dalam meningkatkan kesejahteraan guru maupun memperkuat peran sosial di tengah masyarakat.

“Tugas guru tidak berhenti di kelas. Kita harus menjadi penggerak perubahan sosial dan hadir membantu masyarakat,” tegasnya.

Aksi nyata Azhar Kiran menjadi bukti bahwa peran guru madrasah sangat strategis dalam pemulihan pasca-bencana. Sinergi antara pendidikan dan kepedulian sosial mampu menjaga semangat belajar Al-Qur’an tetap menyala di Aceh, yang dikenal sebagai Serambi Mekkah.[wir]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama