Medan – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Pj Sekdaprov Sumut) Sulaiman Harahap menyebut fondasi ekonomi Sumatera Utara saat ini berada dalam kondisi kuat, didukung oleh pertumbuhan kewirausahaan, khususnya di kalangan generasi muda.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda), serta Forum Bisnis Daerah (Forbisda) Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Sumut Tahun 2026 di Hotel Grand Mercure Medan, Sabtu (2/5/2026).
Menurut Sulaiman, HIPMI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tengah tantangan global.
“Ini menjadi sinyal bahwa fondasi ekonomi kita cukup kuat, salah satunya ditopang oleh semangat kewirausahaan yang terus tumbuh, terutama dari generasi muda,” ujarnya.
Ia mengungkapkan sejumlah indikator positif ekonomi Sumut, seperti pertumbuhan ekonomi sebesar 4,53 persen, realisasi investasi yang melampaui target hingga lebih dari Rp58 triliun, serta tingkat pengangguran yang terus menurun.
Menghadapi tantangan global dan perubahan iklim, Sulaiman juga memberikan sejumlah arahan kepada kader HIPMI. Di antaranya mendorong transformasi ekspor dari bahan mentah menjadi produk bernilai tambah, penerapan usaha ramah lingkungan, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing.
Selain itu, HIPMI diharapkan mampu membina lebih dari 100 ribu pelaku usaha mikro di Sumut agar dapat berkembang dan naik kelas, serta memastikan investasi yang masuk memberi dampak nyata bagi pengusaha lokal melalui transfer teknologi.
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Sumut, Dian Iskandar Nasution, menyambut baik dukungan pemerintah daerah. Ia menilai kehadiran pemerintah menjadi motivasi bagi para pengusaha muda untuk terus berkolaborasi.
“FORBISDA ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang kolaborasi untuk melahirkan ide-ide baru dalam membangun perekonomian Sumatera Utara,” katanya.
Kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan program kerja yang adaptif serta mendorong penciptaan lapangan kerja baru, khususnya di sektor inovatif berbasis teknologi.[*]
