Aceh Utara — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 38 di Kecamatan Dewantara, Desa Ulee Reuleng, kembali menggelar kegiatan edukasi lingkungan di MIS Ulee Reuleng dengan mengusung tema “Edukasi Pemanfaatan Sampah Plastik”, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan sejak dini, sekaligus memberikan pemahaman tentang bahaya sampah plastik serta cara memanfaatkannya menjadi barang yang lebih berguna dan bernilai kreatif.
Ketua Kelompok KKN 38, M. Yoga Tri Rizki, mengatakan bahwa edukasi ini tidak hanya mengajarkan siswa untuk membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga mendorong mereka agar mampu mengolah dan mendaur ulang sampah plastik.
“Melalui edukasi ini, kami ingin menanamkan kepedulian lingkungan kepada adik-adik di MIS Ulee Reuleng. Sampah plastik yang ada di sekitar mereka bisa dimanfaatkan kembali menjadi barang yang berguna dan memiliki nilai seni,” ujarnya.
Sementara itu, Adrikul Muna dari Divisi Humas KKN menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan membentuk karakter siswa serta membangun komunikasi positif antara mahasiswa KKN dengan pihak sekolah.
“Kami berharap edukasi ini memberi dampak jangka panjang. Anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan ekologis, rasa sayang terhadap makhluk hidup, dan kepedulian terhadap bumi sebagai bagian dari pembentukan akhlak yang baik,” tuturnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Wirdatul Ahya, Kepala MIS Ulee Reuleng, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang dinilainya sangat bermanfaat bagi pengembangan wawasan siswa.
“Terima kasih kami sampaikan kepada adik-adik KKN Unimal yang kembali berbagi ilmu bermanfaat kepada siswa kami. Edukasi ini sangat positif karena menambah pengetahuan tentang pentingnya menjaga lingkungan serta memberikan keterampilan baru dalam mengolah sampah plastik menjadi kerajinan,” katanya.
Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN menjelaskan pengertian sampah, jenis-jenis sampah, serta dampak buruk sampah terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Siswa dikenalkan pada dua jenis utama sampah, yakni sampah organik dan anorganik, serta cara memilah dan mendaur ulangnya.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pemanfaatan sampah plastik. Para siswa diajak menempelkan potongan plastik bekas pada pola gambar yang telah disiapkan mahasiswa KKN, kemudian hasil kreativitas tersebut ditempelkan pada karton dan dijadikan hiasan dinding kelas.
Melalui edukasi dan praktik kreatif ini, diharapkan siswa mampu membiasakan diri memilah sampah sesuai jenisnya, memanfaatkan kembali bahan bekas, serta berperan aktif menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sejak usia dini.[*]
