Sabang — Imam muda Tgk. Muchtar Andhika mengisi khutbah Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Gampong Keuneukai, Kota Sabang, Jumat (13/02/2026). Dalam khutbahnya, ia mengingatkan umat Islam bahwa dalam waktu dekat akan memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah, bulan penuh berkah yang mewajibkan umat Islam berpuasa selama satu bulan penuh.
Ia menjelaskan bahwa puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi memiliki tujuan mulia untuk meraih ridha Allah SWT serta mendapatkan berbagai keutamaan yang telah dijanjikan.
“Di bulan Ramadhan, umat Islam diwajibkan berpuasa selama satu bulan penuh sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, sekaligus sebagai sarana meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan,” ujarnya dalam khutbah tersebut.
Lebih lanjut, Tgk. Muchtar Andhika mengutip penjelasan dari kitab Ihya Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali mengenai tiga tingkatan kualitas puasa, yaitu:
Pertama, Shaumul ‘Umum (puasa umum), yakni puasa yang dilakukan dengan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa secara lahiriah.
Kedua, Shaumul Khushush (puasa khusus), yaitu puasa yang tidak hanya menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh, seperti lisan, mata, telinga, dan perbuatan, dari segala bentuk dosa, baik kecil maupun besar.
Ketiga, Shaumul Khushushil Khushush (puasa sangat khusus), yaitu tingkatan puasa tertinggi, di mana seseorang tidak hanya menjaga anggota tubuh dari dosa, tetapi juga menjaga hati dan pikiran dari hal-hal duniawi yang dapat menjauhkan diri dari Allah SWT.
Menurutnya, pemahaman tentang tingkatan puasa ini penting agar umat Islam tidak hanya menjalankan puasa secara fisik, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas spiritual dan kedekatan kepada Allah SWT.
“Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang mendapatkan ridha dan ampunan Allah SWT di bulan Ramadhan, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga,” pungkasnya.[*]
