Kedatangan Presiden berlangsung di tengah rintik hujan. Sejumlah pejabat daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut menyambut, di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, serta Danlanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara.
Setelah prosesi penyambutan, Presiden Prabowo langsung menuju hotel tempatnya bermalam. Pada Minggu (8/2/2026), Presiden dijadwalkan menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU).
Mujahadah Kubro tersebut menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang NU dalam berkontribusi bagi bangsa dan negara. Mengusung tema “Memperkokoh Jam’iyyah, Tradisi, Kontribusi, dalam Mengembangkan Peradaban”, kegiatan ini memiliki lima tujuan strategis, yakni sebagai wadah konsolidasi organisasi, peningkatan pemahaman budaya pesantren, pengembangan budaya dan peradaban, penguatan komitmen kebangsaan, serta pelestarian tradisi dan spiritualitas.
Secara lebih luas, kegiatan ini diharapkan semakin memperkokoh peran dan eksistensi NU dalam mendukung keberlangsungan bangsa di tengah dinamika global, sekaligus menjadi ruang doa dan harapan bagi Indonesia dalam menjaga keutuhan NKRI serta menyukseskan agenda pembangunan nasional.
