Jakarta — Seorang ekonom mengusulkan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dimoratorium sementara selama tiga hingga enam bulan karena dinilai membebani kondisi fiskal pemerintah.
Mengutip laporan Kontan.co.id, ekonom Bright Institute Awalil Rizky menilai meski program MBG memiliki dampak positif, manfaat ekonominya tidak sebesar yang selama ini diklaim. Ia menyebut perhitungan pemerintah cenderung terlalu sederhana, terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja dan efek pengganda ekonomi.
Awalil juga mempertanyakan asumsi bahwa program tersebut sepenuhnya menambah konsumsi masyarakat. Menurutnya, sebagian konsumsi sudah terjadi sebelum program berjalan, sehingga perlu dihitung nilai tambah bersihnya, bukan hanya secara bruto.
Selain itu, dampak terhadap UMKM dan penerimaan negara dinilai belum signifikan. Ia menilai belum ada bukti kuat bahwa program MBG mampu meningkatkan penerimaan pajak secara nyata.
Karena itu, ia menyarankan pemerintah menghentikan sementara program tersebut selama tiga hingga enam bulan untuk dilakukan evaluasi menyeluruh. Menurutnya, langkah ini penting agar program bisa dijalankan kembali dengan konsep yang lebih tepat sasaran dan efisien.
Di sisi lain, program MBG tetap menjadi perdebatan. Ada pandangan yang menilai program ini sebagai stimulus ekonomi, namun juga ada kekhawatiran terhadap tekanan fiskal yang ditimbulkannya.
