Aceh – Manajemen Platform Belajar Mandiri di bawah asuhan Ustadz Azhar Kiran resmi mengumumkan hasil penilaian Fase 3 Festival Ramadhan Produktif 1447 H/2026 M. Pengumuman ini disampaikan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kreativitas para santri selama bulan suci Ramadhan.
Pihak penyelenggara juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pengumuman yang semula dijadwalkan pada malam 30 Ramadhan. Hal tersebut disebabkan tingginya kesibukan dewan juri dan tim kurasi di penghujung Ramadhan, sehingga proses verifikasi dan sinkronisasi nilai memerlukan waktu tambahan demi menjamin objektivitas dan akurasi hasil.
Berdasarkan keputusan dewan juri, M. Waliyul Azka dari MIN 40 Pidie berhasil meraih Juara Umum (Bintang Festival). Azka dinilai tampil unggul dengan menguasai enam cabang lomba, mulai dari Tartil, Tilawah, pidato dua bahasa, kaligrafi, hingga kategori Master of Ceremony (MC).
Sementara itu, Anisa Maulisa dari SMK Tastafi dinobatkan sebagai Voice of Ramadhan setelah mendominasi cabang seni suara seperti Shalawat, Qasidah, dan MC dengan perolehan nilai tertinggi.
Proses penilaian dilakukan secara profesional oleh dewan hakim yang kompeten di bidangnya, yakni Ustadz H. Ahmad Azroi Hasibuan, S.Pd.I (Qari Internasional) pada bidang Al-Qur’an, Ustadz Agussalim ZA, S.Ag, M.Pd dan Ustadz Sayed Sulaiman pada bidang pidato dan syiar, serta Tgk Husni Al Muna bersama Ustadz Tgk Fakhrullah pada bidang seni dan kaligrafi.
Dalam ajang ini, panitia mengalokasikan total anggaran sebesar Rp 5.755.000 untuk hadiah berupa sepeda anak, trofi eksklusif, uang pembinaan, serta piagam penghargaan bagi para pemenang. Tidak hanya itu, seluruh peserta yang belum meraih juara tetap mendapatkan hadiah spesial dan sertifikat sebagai bentuk apresiasi.
Panitia memastikan seluruh hadiah akan dikirim langsung ke alamat masing-masing peserta sesuai data yang telah diverifikasi sebelumnya.
Manajemen Platform Belajar Mandiri Ustadz Azhar Kiran berharap ajang ini dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk terus mengasah kemampuan dan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Prestasi ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi bukti nyata produktivitas generasi muda dalam mengisi bulan suci Ramadhan,” demikian pernyataan resmi penyelenggara.[*]
