Aceh Utara – Bau tanah basah dan suara riuh kambing menyambut setiap pengunjung di lahan seluas satu hektare di Desa Nibong Baroh, Kecamatan Nibong, Aceh Utara. Di tempat inilah, harapan baru sedang dibangun—bukan dari proyek infrastruktur besar, melainkan dari usaha ternak kambing yang kini menjadi andalan ekonomi desa.
Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Makmur Berkah Jaya Farm, Pemerintah Desa Nibong Baroh berupaya mengoptimalkan dana desa sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Program ini menjadi bukti bahwa pengelolaan yang tepat mampu menghadirkan peluang usaha yang menjanjikan.
Kepala Desa Nibong Baroh, Razali, menyebutkan bahwa pihaknya telah mengucurkan penyertaan modal sebesar Rp100 juta dari Dana Desa. Dana tersebut digunakan untuk membangun kandang serta membeli 40 ekor bibit kambing unggul yang didatangkan dari Pulau Jawa.
“Kami ingin masyarakat lebih berdaya. Program ini diharapkan dapat melibatkan pemuda dan kaum ibu agar memiliki aktivitas produktif yang menghasilkan,” ujarnya.
Dalam pengelolaannya, BUMDes tidak hanya memelihara kambing lokal, tetapi juga menerapkan sistem kawin silang dengan beberapa jenis kambing unggul seperti Boer, Peranakan Etawa (PE), Saanen, hingga Jawa Randu. Strategi ini terbukti meningkatkan kualitas ternak, baik dari segi ukuran tubuh maupun produksi daging.
Secara ekonomi, usaha ini dinilai cukup menjanjikan. Dengan modal sekitar Rp1,5 juta per ekor, kambing dapat dijual minimal Rp2,5 juta. Bahkan, saat momen Iduladha dan musim aqiqah, harga jual bisa meningkat signifikan.
Tak hanya fokus pada peternakan, pengelola juga menerapkan konsep pertanian terpadu (integrated farming). Di sekitar kandang, ditanam berbagai komoditas seperti cabai, alpukat, dan kelengkeng. Limbah ternak dimanfaatkan sebagai pupuk, sementara sisa yang tidak terpakai dikelola secara aman untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Dari sisi pasar, permintaan daging kambing di Aceh tergolong stabil. Kuliner khas seperti kari kambing hingga kebutuhan acara hajatan menjadi faktor yang mendukung keberlanjutan usaha ini.
Melalui program ini, Pemerintah Desa Nibong Baroh berharap dapat menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran usaha ternak kambing diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, sehingga generasi muda tidak perlu lagi bergantung pada pekerjaan di luar daerah.
Dengan semangat kebersamaan dan pengelolaan yang berkelanjutan, Desa Nibong Baroh kini menatap masa depan yang lebih sejahtera—dimulai dari kandang-kandang sederhana yang terus berkembang.[*]
