Banda Aceh – Dayah Darul Quran Aceh (DQA) mewisuda sebanyak 74 santri dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Aula AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (11/4/2026).
Acara wisuda yang dihadiri orang tua santri, pengurus yayasan, serta sejumlah undangan tersebut berlangsung lancar dan penuh haru.
Ketua panitia, Ustaz Deista Miradi, S.Pd, melaporkan bahwa dari total 74 santri yang diwisuda, sebanyak 51 orang di antaranya telah berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz. Selain itu, lima santri berprestasi di bidang akademik turut menerima penghargaan.
Direktur DQA, Ustaz Hajarul Akbar, MA, dalam sambutannya berpesan kepada para lulusan agar senantiasa menjaga akhlak sebagai ciri khas santri Dayah Darul Quran Aceh, meskipun telah kembali ke tengah masyarakat.
“Terus jaga akhlak yang baik, dirikan shalat, dan pelihara hafalan Al-Qur’an yang telah diraih selama menimba ilmu di dayah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Wakaf Haroen Aly, Prof. Dr. Muhammad Yasir Yusuf, MA, berharap amanah wakaf yang dikelola yayasan dapat terus memberikan manfaat jangka panjang bagi umat. Ia juga menekankan pentingnya peran lulusan sebagai generasi Qurani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami, para lulusan kelak menjadi generasi Qurani. Jika suatu saat telah sukses, kami berharap dapat kembali ke DQA untuk berkontribusi dan melanjutkan estafet perjuangan,” katanya.
Perwakilan wali santri, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc, turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pihak yayasan serta pengelola dayah atas pembinaan karakter yang telah diberikan kepada para santri.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas dedikasi para pengurus. Semoga ilmu dan pembinaan yang diterima anak-anak kami dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan tetap berada dalam koridor keislaman,” ungkapnya.
Salah satu perwakilan santri, Ar-Rayan Maulana Zikri, yang juga merupakan putra Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Alfarlaky, mengungkapkan rasa bahagia dapat menempuh pendidikan di dayah tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh ustaz dan ustazah yang telah mendidik kami dengan penuh kesabaran dan tanggung jawab. Semoga menjadi bekal bagi kami di masa depan,” ujar Ar-Rayan, yang juga telah mengkhatamkan hafalan 30 juz.[*]
