Imam Masjid Ingatkan Siswa SMKN 1 Sabang Jauhi Narkoba dan Judi Online

Sabang – Upaya menanamkan nilai kebangsaan dan membentuk karakter generasi muda terus digalakkan di lingkungan pendidikan. Salah satunya terlihat dalam pelaksanaan upacara bendera di SMKN 1 Kota Sabang, Senin (27/4/2026), yang berlangsung khidmat di halaman sekolah sejak pukul 08.00 WIB.

Bertindak sebagai pembina upacara, Imam Chiek Masjid Al Falah Gampong Ujong Kareung, Tgk. Muchtar Andhika, menyampaikan pesan penting terkait penguatan ideologi, wawasan kebangsaan, serta peningkatan rasa nasionalisme dan cinta tanah air di kalangan pelajar.

Dalam amanatnya, ia menyoroti ancaman serius yang dihadapi generasi muda saat ini, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga maraknya judi online. Menurutnya, pelajar merupakan kelompok yang rentan terhadap pengaruh negatif tersebut karena masih berada pada fase pencarian jati diri dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

“Narkoba dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis. Dampaknya tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga mengancam masa depan generasi muda dan keberlangsungan bangsa,” ujarnya di hadapan seluruh siswa dan guru.

Ia mengimbau para pelajar untuk menjauhi narkoba dengan cara menghindari rasa penasaran untuk mencoba, memahami dampak buruknya, serta aktif dalam kegiatan positif seperti olahraga dan organisasi sekolah.

Selain itu, Tgk. Muchtar juga mengingatkan pentingnya menjaga diri dari pergaulan bebas yang berpotensi merusak akhlak dan masa depan. Ia menekankan perlunya seleksi dalam pergaulan, memperkuat nilai keagamaan, serta dukungan dari keluarga dan lingkungan.

Tak hanya itu, perhatian juga diberikan pada fenomena judi online yang kian mengkhawatirkan di kalangan remaja. Kemudahan akses internet melalui smartphone dan media sosial disebut menjadi faktor utama meningkatnya praktik tersebut.

“Kurangnya pengawasan orang tua dan minimnya pemahaman risiko membuat remaja semakin rentan terjerumus dalam judi online, yang berdampak pada kesehatan mental, kondisi finansial, dan kehidupan sosial mereka,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penanganan masalah ini memerlukan pendekatan menyeluruh, mulai dari edukasi, pengawasan orang tua, hingga kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat.

Upacara berlangsung tertib dan ditutup dengan doa, dengan harapan seluruh siswa SMKN 1 Sabang dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, berprestasi, dan bebas dari pengaruh negatif.[*]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama