Kepala BMKG, Faisal, menyebut pihaknya mendapat arahan langsung dari Presiden RI untuk memperkuat operasi modifikasi cuaca sebagai strategi nasional pengendalian karhutla. Ia berharap seluruh pihak dapat bersinergi dalam upaya pencegahan.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, mengingatkan pentingnya kewaspadaan. Hingga 28 Februari 2026, luas karhutla tercatat mencapai 32.637,42 hektare, meningkat hampir 20 kali lipat dibanding periode yang sama tahun 2025.
“Jika tahun lalu sekitar 1.000 hektare, kini sudah lebih dari 32.600 hektare. Ini butuh kesiapsiagaan serius,” ujarnya.
Ia menambahkan, musim kemarau 2026 berpotensi berdampak besar terhadap pertanian, lingkungan, dan kualitas udara.
Rakornas ini turut dihadiri BNPB, pemerintah daerah, serta unsur TNI-Polri. Pemerintah menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan strategi berbasis data untuk menekan karhutla secara efektif.[*]
