Riset Kampus Didanai Rp1,7 Triliun, Fokus Solusi Nyata untuk Masyarakat

Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengalokasikan pendanaan riset sebesar Rp1,7 triliun untuk 18.215 kegiatan riset dan pengembangan di perguruan tinggi seluruh Indonesia pada 2026.

Pendanaan ini disalurkan melalui sembilan program utama, mulai dari penelitian, pengabdian masyarakat, hingga hilirisasi riset dan inovasi mahasiswa. Seluruh program diarahkan untuk menghasilkan solusi konkret atas berbagai persoalan nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengatakan pendanaan ini merupakan bentuk dukungan terhadap riset yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Riset dan inovasi harus mampu menjawab kebutuhan nyata, tidak berhenti di laboratorium,” ujarnya.

Ia menegaskan, kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan industri menjadi kunci agar hasil riset dapat dimanfaatkan secara luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Senada, Dirjen Riset dan Pengembangan Fauzan Adziman menyebut skema pendanaan 2026 difokuskan pada percepatan hilirisasi dan penguatan ekosistem riset nasional.

“Program ini dirancang untuk menjawab isu strategis serta mempercepat pemanfaatan hasil riset di masyarakat dan industri,” katanya.

Secara nasional, penerima pendanaan berasal dari 38 provinsi, dengan komposisi 40 persen dari perguruan tinggi negeri dan 60 persen dari perguruan tinggi swasta.

Adapun fokus pendanaan mencakup delapan sektor prioritas, yakni kesehatan (27 persen), ketahanan pangan (25 persen), hilirisasi industri (16 persen), digitalisasi termasuk AI dan semikonduktor (15 persen), energi (7 persen), manufaktur (4 persen), maritim (4 persen), serta pertahanan (2 persen).

Program terbesar berada pada skema penelitian dengan pendanaan Rp1,04 triliun. Sementara pengabdian kepada masyarakat mencapai Rp167 miliar, dan hilirisasi riset Rp318 miliar.

Selain itu, lebih dari 10 ribu mahasiswa juga diterjunkan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui program “Mahasiswa Berdampak”.

Kemdiktisaintek menegaskan, pendanaan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran sains dan teknologi sebagai pilar pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing.[*]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama