Jakarta – Mayoritas masyarakat Indonesia menyatakan siap membela negara jika terjadi perang melawan negara lain. Hal ini terungkap dalam survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) terkait sikap patriotisme publik.
Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, mengungkapkan bahwa sebanyak 74,9 persen responden mengaku bersedia atau sangat bersedia ikut berperang demi mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Rinciannya, 26,4 persen responden menyatakan sangat bersedia dan 48,5 persen lainnya bersedia, sebagaimana dikutip dari Kompas.com.
“Mayoritas (74,9 persen) menyatakan bersedia/sangat bersedia ikut berperang mempertahankan NKRI,” tulis LSI.
Meski demikian, terdapat 17,4 persen responden yang menyatakan tidak bersedia, 4,4 persen sangat tidak bersedia, serta 3,2 persen tidak memberikan jawaban.
Selain itu, survei juga menunjukkan tingginya tingkat kekhawatiran publik terhadap potensi ancaman dari luar negeri. Sebanyak 46,9 persen responden mengaku sangat khawatir, sementara 43,2 persen lainnya merasa khawatir jika Indonesia diserang negara lain, masih dikutip dari Kompas.com.
“Mayoritas (90,1 persen) merasa khawatir dengan ancaman atau serangan dari negara lain terhadap NKRI,” demikian hasil survei tersebut.
Adapun sisanya, 7,6 persen responden mengaku tidak khawatir, 1,0 persen sama sekali tidak khawatir, dan 1,2 persen tidak menjawab.
Survei ini melibatkan 2.020 responden yang merupakan warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sekitar ±2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih. Untuk menjaga kualitas data, tim survei juga melakukan pengecekan ulang secara acak terhadap 20 persen responden (spot check) tanpa menemukan kesalahan signifikan. Survei berlangsung pada 4 hingga 12 Maret 2026.[*]
