Ustadz Azhar Kiran, Guru Madrasah dari Pidie yang Menggerakkan Wakaf Air Bersih dan Digitalisasi Santri

Pidie – Sosok Azhar Kiran kini menjadi salah satu figur inspiratif dari Aceh yang dikenal luas atas kiprahnya dalam dunia pendidikan sekaligus aksi sosial kemanusiaan. Tidak hanya berperan sebagai pendidik di MTsN 4 Pidie, ia juga aktif menggerakkan berbagai program sosial yang menyentuh langsung masyarakat pedesaan.

Lahir di lingkungan religius Kiran Dayah, Pidie Jaya pada tahun 1986, Azhar tumbuh dalam tradisi pendidikan Islam yang kuat. Ia menempuh pendidikan dasar di Dayah Jeumala Amal, salah satu lembaga pendidikan ternama di Aceh yang dikenal membentuk karakter kepemimpinan dan disiplin santri.

Prestasi Akademik dan Pengakuan Nasional

Dedikasinya di dunia pendidikan mengantarkan Azhar menempuh studi magister di Universitas Bina Bangsa Getsempena. Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), kiprahnya mendapat pengakuan nasional.

Pada Juli 2025, ia meraih PGM Award 2025 di Jakarta atas inovasinya dalam pengembangan madrasah berbasis digital. Sebelumnya, ia juga menerima Satyalancana Karya Satya 10 Tahun dari Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian panjangnya di dunia pendidikan.

Terjun Langsung dalam Aksi Kemanusiaan

Saat banjir melanda wilayah Pidie dan Pidie Jaya, Azhar tidak hanya bertugas di ruang kelas. Ia turun langsung ke lapangan, menembus daerah terdampak untuk memetakan kebutuhan warga yang paling mendesak.

Salah satu program yang ia gagas adalah Wakaf Sumur Bor Air Bersih, yang lahir dari keprihatinan terhadap krisis air pasca-banjir. Melalui jaringan donatur dari berbagai daerah, ia berhasil menghadirkan akses air bersih bagi warga di wilayah terdampak, khususnya kelompok rentan dan dhuafa.

Gerakan Zakat dan Santunan Sosial

Memasuki Ramadan 2026, Azhar menginisiasi gerakan kemanusiaan bertajuk “Ketuk Pintu”. Program ini menyalurkan zakat dan bantuan secara langsung kepada 110 janda dhuafa dan lansia di berbagai pelosok Aceh.

Penyaluran dilakukan secara door to door tanpa perantara, dengan tujuan menjaga martabat penerima bantuan sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran.

Pendidikan Digital untuk Santri

Di bidang pendidikan, Azhar juga menggerakkan program “Ramadhan Produktif 24 Jam”, sebuah inisiatif yang mendorong santri tetap aktif belajar dan berkreasi di tengah keterbatasan pascabencana.

Melalui kolaborasi dengan berbagai dayah dan sekolah kejuruan seperti Dayah Sirda dan SMK Tastafi, ia mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran santri.

Sosok yang Menginspirasi

Bagi masyarakat pedalaman Pidie, Azhar Kiran bukan sekadar guru atau ustadz, melainkan sosok penggerak perubahan. Ia dianggap sebagai “penyambung harapan” bagi warga yang membutuhkan uluran tangan, sekaligus jembatan antara donatur dan masyarakat kecil di pelosok Aceh.

Profil Singkat:

Nama: Azhar, S.Pd., M.Pd.

Asal: Kiran Dayah, Pidie Jaya

Pendidikan: Alumni Dayah Jeumala Amal (2004), Magister Universitas Bina Bangsa Getsempena

Penghargaan: PGM Award 2025, Satyalancana Karya Satya 10 Tahun

Fokus Gerakan: Pendidikan digital madrasah, wakaf sumur bor, dan santunan dhuafa


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama