Aceh Timur – Warga Desa Seuneubok Saboh, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur mengaku tidak menerima bantuan Jaminan Hidup (JADUP), meski wilayah mereka termasuk yang paling parah terdampak banjir akhir 2025.
Kepala desa (geuchik) Mukhtar mengatakan, pihaknya telah mengirimkan seluruh data korban dan kerusakan rumah ke pemerintah sejak awal pascabencana.
“Data sudah kami kirim lengkap, mulai dari rumah rusak berat, sedang hingga ringan sesuai arahan,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya desa tersebut sempat masuk dalam data penerima bantuan hunian sementara (huntara) sebanyak 49 unit. Namun, bantuan untuk rumah rusak sedang dan ringan yang dijanjikan masing-masing Rp30 juta dan Rp15 juta hingga kini belum terealisasi.
Ironisnya, setelah Idulfitri pemerintah mulai menyalurkan bantuan JADUP sebesar Rp15 ribu per jiwa per hari selama tiga bulan, tetapi nama Desa Seuneubok Saboh justru tidak tercantum dalam daftar penerima.
“Yang paling parah terdampak justru tidak masuk data penerima JADUP, sementara desa lain yang kerusakannya lebih ringan malah dapat,” kata Mukhtar.
Kekecewaan juga dirasakan warga. Mereka berharap pemerintah segera mengevaluasi data agar bantuan bisa diterima oleh masyarakat yang benar-benar terdampak.
Hingga kini, warga masih menunggu kejelasan dari pemerintah terkait tidak masuknya desa mereka dalam daftar penerima bantuan JADUP.[*]
