Rektor UIN Ar-Raniry: Kampus Tak Boleh Tertinggal Perubahan Zaman

Banda Aceh – Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Mujiburrahman, mengingatkan perguruan tinggi agar terus beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di tengah perubahan global yang berlangsung cepat.

Ia menegaskan bahwa kampus, termasuk UIN Ar-Raniry Banda Aceh, tidak boleh tertinggal oleh perubahan zaman dan harus mampu menjawab kebutuhan masa depan.

“Perguruan tinggi tidak boleh tertinggal oleh perubahan. Kampus harus terus beradaptasi melalui pembaruan berkelanjutan agar ilmu yang diajarkan tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masa depan,” kata Mujiburrahman saat memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Lapangan Rektorat UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Sabtu (2/5/2026), dikutip dari Warta Ar-Raniry.

Upacara tersebut diikuti oleh unsur pimpinan, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan kampus.

Dalam amanatnya, Mujiburrahman juga membacakan pidato resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia yang menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa sekaligus instrumen penting menghadapi tantangan masa depan.

Ia menyebutkan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari disrupsi digital, krisis lingkungan, ketimpangan sosial, hingga perubahan dunia kerja akibat perkembangan kecerdasan artifisial. Kondisi tersebut menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan pembaruan agar tetap relevan.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfungsi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membentuk karakter, peradaban, serta mengembangkan potensi manusia agar menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

“Pendidikan pada hakikatnya adalah proses mencerdaskan kehidupan, membangun watak dan peradaban bangsa, serta menumbuhkan potensi manusia sehingga menjadi insan yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tema Hardiknas 2026, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” yang menurutnya menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah dan lembaga pendidikan, tetapi juga masyarakat, dunia usaha, keluarga, dan generasi muda.

Mujiburrahman menambahkan, transformasi pendidikan tinggi perlu didukung pemerataan akses pendidikan, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta pengembangan riset yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pendidikan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan atau publikasi akademik, tetapi juga harus mampu menghadirkan inovasi dan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, pelaksanaan upacara Hardiknas 2026 berlangsung tertib. Nizram Israq bertindak sebagai pemimpin upacara, sedangkan pembacaan doa dipimpin oleh Muhazar yang memohon keberkahan serta kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya di UIN Ar-Raniry Banda Aceh.[*]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama