Warga Desak Pemkab Aceh Timur Segera Perbaiki Jalan Rusak di Pusat Kota Idi

Aceh Timur - Kondisi jalan berlubang di sejumlah titik pusat Kota Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, kembali menuai keluhan warga. Kerusakan jalan yang berada di kawasan Lampu Merah Idi, Keude Idi, hingga persimpangan Terminal Bus Idi dinilai semakin membahayakan pengguna jalan dan menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.

Pantauan warga menunjukkan bahwa kerusakan jalan semakin parah dalam beberapa bulan terakhir, terutama saat hujan turun dan genangan air menutupi lubang di badan jalan. Situasi tersebut menyebabkan pengendara sepeda motor kerap terjatuh karena sulit membedakan antara genangan biasa dan lubang yang cukup dalam. Selain membahayakan keselamatan, kondisi jalan juga memicu kemacetan kendaraan di kawasan terminal dan pusat pasar yang setiap hari menjadi jalur utama aktivitas warga.

Kerusakan infrastruktur di pusat Kota Idi itu dinilai berdampak langsung terhadap keberlangsungan hidup masyarakat kecil, mulai dari pedagang pasar, sopir angkutan, pengemudi becak, hingga warga yang menggantungkan aktivitas ekonomi harian di kawasan tersebut.

Amriya Zanur, mahasiswa Ilmu Politik Universitas Malikussaleh, mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur agar tidak lamban dalam menangani persoalan jalan rusak yang telah lama dikeluhkan masyarakat.

“Menurut Amriya, pemerintah daerah tidak boleh lamban menghadapi persoalan sepenting ini, karena kondisi jalan di pusat Kota Idi berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup masyarakat sehari-hari dalam mencari nafkah. Jalan ini dilalui masyarakat setiap hari untuk berdagang, bekerja, dan menjalankan aktivitas ekonomi. Jika terus dibiarkan rusak, maka yang paling dirugikan adalah rakyat kecil,” ujarnya, Sabtu, 23 Mei 2026.

Ia juga menilai bahwa persoalan infrastruktur publik seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah, terlebih kerusakan tersebut berada di kawasan vital pusat kota yang setiap hari dipadati kendaraan masyarakat.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas PUPR segera melakukan langkah konkret berupa perbaikan darurat maupun pembangunan permanen terhadap ruas jalan yang mengalami kerusakan parah tersebut. Warga menilai penanganan yang lambat hanya akan memperbesar risiko kecelakaan dan memperburuk aktivitas ekonomi masyarakat.

Hingga saat ini, warga mengaku belum melihat adanya langkah penanganan serius yang mampu menyelesaikan persoalan tersebut secara menyeluruh. Karena itu, masyarakat meminta pemerintah tidak sekadar melakukan tambal sulam sementara untuk meredam kritik publik, tetapi benar-benar menghadirkan solusi jangka panjang yang berpihak pada keselamatan dan kepentingan warga.

Tentang Penulis: Amriya Zanur adalah mahasiswa Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Malikussaleh, yang menaruh minat pada studi gerakan sosial dan kebijakan publik.[*]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama