Aceh Timur – Upaya pembukaan kembali akses jalur Aceh Timur–Gayo Lues melalui Peureulak–Lokop terus menunjukkan kemajuan signifikan. Penanganan darurat jalur provinsi tersebut kini memasuki tahap akhir dan tinggal selangkah lagi untuk dapat terhubung secara fungsional.
Penanganan darurat infrastruktur jalan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Aceh secara bertahap sebagai respons atas bencana banjir bandang dan tanah longsor. Pekerjaan dilaksanakan mulai kilometer 36 hingga kilometer 103 jalur Peureulak–Lokop.
Sementara itu, batas administratif Kabupaten Gayo Lues berada di kilometer 110. Artinya, masih tersisa sekitar 6,4 kilometer penanganan yang harus diselesaikan. Dinas PUPR Provinsi Aceh menargetkan keterhubungan jalur dapat tercapai dalam waktu sekitar satu pekan ke depan melalui optimalisasi pengerahan alat berat dan personel di lapangan.
Pembukaan jalur juga dilakukan secara paralel dari arah Kabupaten Gayo Lues. Titik kilometer 110 ditetapkan sebagai titik temu pekerjaan penanganan darurat dari kedua arah.
Jalur Peureulak–Lokop sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025. Penanganan darurat telah dilakukan selama sekitar 30 hari berupa pembersihan material longsor, normalisasi badan jalan, serta pembangunan jalur darurat.
Namun, pada Senin (5/1), banjir bandang kembali menerjang kawasan Gampong Lokop di kilometer 83. Akibatnya, jalur darurat yang telah dibangun sebelumnya rusak dan kembali terputus. Penanganan lanjutan segera dilakukan dan dalam waktu sekitar lima hari jalur berhasil difungsikan kembali.
Uji fungsi jalur darurat dilakukan pada Sabtu (10/1). Hasilnya, jalur tersebut dapat dilalui kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan berat jenis DT-Hercules.
Meski masih bersifat darurat, berfungsinya kembali jalur Lokop telah mendukung mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi logistik. Pemerintah memastikan penanganan akan dilanjutkan ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi melalui pembangunan jalan permanen yang lebih kuat dan berketahanan bencana.[*]
