Lhokseumawe — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh Kelompok 56 melaksanakan pemetaan jalur evakuasi di Desa Kuala, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Selasa (11/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana di tingkat desa.
Pemetaan dilakukan dengan menelusuri sejumlah titik di wilayah Desa Kuala untuk mengidentifikasi jalur yang paling aman digunakan warga saat kondisi darurat. Mahasiswa mencatat lebar jalan, kondisi akses, hingga hambatan yang berpotensi mengganggu proses evakuasi. Data tersebut kemudian disusun menjadi rekomendasi jalur evakuasi yang dinilai paling efektif dan mudah dijangkau masyarakat.
Penanggung jawab kegiatan, Dicky Dirmawan, mengatakan pemetaan ini tidak sekadar menentukan arah evakuasi, tetapi juga menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah desa dalam perencanaan tata lingkungan yang lebih aman.
“Kami ingin masyarakat memiliki gambaran jelas tentang jalur penyelamatan diri jika terjadi bencana. Hasil pemetaan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan fasilitas keselamatan desa,” ujarnya.
Keuchik Desa Kuala, Rijal Alfandi, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, keberadaan peta jalur evakuasi yang terdata dengan baik akan membantu meningkatkan kesiapsiagaan warga.
“Ini sangat bermanfaat bagi desa. Dengan adanya jalur evakuasi yang jelas, masyarakat tidak panik dan tahu harus ke mana saat terjadi keadaan darurat,” katanya.
Pemerintah desa berharap hasil pemetaan dapat segera disosialisasikan kepada warga dan dijadikan acuan dalam penataan fasilitas umum ke depan. Kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa dinilai menjadi contoh sinergi positif dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan Desa Kuala yang lebih tangguh, aman, dan siap menghadapi potensi risiko bencana.[*]
