Aceh Selatan — Pesantren MUQ Aceh Selatan terus memperkuat langkah strategis dalam membuka akses pendidikan internasional bagi santri. Setelah resmi mengantongi izin operasional dari Kementerian Agama RI pada 2024, pesantren ini juga berhasil meraih Akreditasi B dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh berdasarkan SK Gubernur Aceh Nomor 400.8/1288/2025.
Direktur MUQ Aceh Selatan, Tgk. Dr. (Cand) Muhammad Ridho Agung, S.Pd., M.Ag, menyatakan capaian tersebut menjadi titik awal pembenahan administrasi sekaligus penguatan jejaring kelembagaan setelah satu dekade menghadapi berbagai kendala administratif.
“Tahapan ini menjadi momentum bagi MUQ Aceh Selatan untuk mempercepat pembangunan, memperluas koneksi, dan meningkatkan fasilitas pendidikan,” ujarnya.
Sebelumnya, MUQ Aceh Selatan juga menjadi tuan rumah Education International Expo yang menghadirkan mahasiswa dari Timur Tengah dan Eropa. Kegiatan itu membuka wawasan santri tentang peluang studi global berbasis kompetensi Al-Qur’an.
Silaturahmi dan Penjajakan Kerja Sama
Langkah konkret kembali dilakukan pada Senin, 9 Februari 2026 (21 Sya’ban 1447 H). Pimpinan dan jajaran pengurus MUQ Aceh Selatan melakukan kunjungan silaturahmi ke Kota Meulaboh untuk bertemu pimpinan Nurul Ikhwah Learning Centre (NILC), Ustaz H. Surianto Sudirman, Lc., M.A.
NILC dikenal sebagai lembaga mediator pendidikan ke Timur Tengah, khususnya ke Universitas Al-Azhar, Mesir. Lembaga ini telah memberangkatkan puluhan santri Aceh ke Al-Azhar setiap tahun, termasuk 21 orang pada 2025.
Program utama NILC meliputi kursus Bahasa Arab, bimbingan tahdid mustawa (penempatan level), persiapan seleksi administrasi, hingga pendampingan awal perkuliahan di Mesir.
Direktur MUQ Aceh Selatan menegaskan, para santri dan alumni yang telah menghafal 30 juz Al-Qur’an memiliki modal akademik yang kuat untuk melanjutkan studi ke Timur Tengah.
“Yang dibutuhkan adalah pendampingan dan mediator yang berpengalaman. Melalui kerja sama ini, kami ingin menyiapkan kurikulum lebih matang sejak dini, termasuk penguatan SDM musyrif dan musyrifah Bahasa Arab,” katanya.
Misi Melahirkan Generasi Global
Kerja sama MUQ Aceh Selatan dan NILC diharapkan menjadi ikhtiar bersama dalam memfasilitasi alumni SMA Plus Ulumul Qur’an Aceh Selatan menembus kampus-kampus Islam tertua di dunia.
“Kami berharap para alumni dapat membawa nama Aceh Selatan ke kancah internasional dan berkontribusi bagi peradaban Islam,” tambahnya.
Sementara itu, pimpinan NILC, Ustaz H. Surianto Sudirman, menyambut baik sinergi tersebut. Ia menjelaskan lembaganya hadir untuk menjawab tantangan akses pendidikan ke Al-Azhar yang selama ini dirasakan cukup sulit bagi pelajar.
“Berawal dari pengalaman sulitnya akses kuliah ke Al-Azhar, NILC hadir untuk memudahkan lulusan pesantren maupun sekolah umum sederajat melanjutkan studi ke Mesir,” ujarnya.
Upaya ini diharapkan mendapat dukungan penuh dari orang tua, guru, yayasan, dan pemerintah daerah demi mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang berdaya saing global.[*]
