Pidie Jaya – Tanah Pidie Jaya mungkin masih basah oleh sisa banjir bandang, dan lumpur pekat mungkin masih menimbun harta benda, namun ada satu hal yang tak bisa dikubur oleh bencana apa pun.
Semangat Kebangkitan.
Di tengah duka yang menyayat, sebuah pemandangan heroik terekam saat Tgk Azhar Kiran, peraih Guru Terbaik Nasional 2025, menerjang sisa-sisa longsor bukan dengan tangan kosong. Ia membawa "Senjata Pamungkas" dari Yayasan Mulia Sedekah Sesama (Tangerang, Banten), Ratusan Mushaf Al-Qur’an dan Iqra untuk anak-anak dan santri yang kehilangan Alquran bahkan segalanya.
Banten untuk Aceh.
Diplomasi Kemanusiaan dari hati.
Jarak ribuan kilometer antara Karang Tengah, Tangerang, dengan pelosok Pidie Jaya seolah pupus oleh kekuatan sedekah. Kolaborasi emas ini membuktikan bahwa persaudaraan lintas pulau bukan sekadar slogan.
Saat rumah warga hancur, Yayasan Mulia Sedekah Sesama memastikan bahwa "Rumah Tuhan" di dalam hati anak-anak Aceh tidak ikut runtuh.
"Dunia harus melihat ini.
Saat kita mengira mereka menyerah, warga Pidie Jaya justru bangkit dengan kalam Ilahi di tangan," ujar Tgk Azhar dengan suara bergetar saat mendistribusikan bantuan di wilayah Bandar Baru hingga Ulim.
72 Jam Bertaruh Nyawa di Medan Lumpur Selama tiga hari nonstop, Tgk Azhar Kiran menyisir wilayah terdampak paling parah, Mulai di Kecamatan Bandar Baru, Menembus lumpur demi mencapai Dayah YPI Darussaadah Langgien dan Dayah Jeumala Amal Lueng Putu.
Selanjutnya pendistribusi juga dilanjutkan di Kecamatan Meureudu & Meurah Dua, Membagikan harapan baru di MUQ Pidie Jaya dan TPA Tgk Ali Hanafiah Di desa Meunasah Kulam.
Tidak berhenti di situ saja, Tgk Azhar Kiran juga melajudkan penyaluran Alquran di Kecamatan Ulim, Menghidupkan kembali pelita di BP Thautiatul Quran di Desa Pulo Ulim dan di rumah-rumah warga.
Melihat tangis haru para santri saat memeluk mushaf baru yang masih bersih di tengah lingkungan yang kotor karena lumpur adalah tamparan bagi nurani dunia.
Bantuan belum boleh berhenti!
Panggilan untuk Para Pewakif, Jangan Biarkan Cahaya Ini Meredup
Meski ratusan Al-Qur'an telah mendarat, ribuan warga lainnya masih berjuang di bawah tenda darurat.
Menjelang Ramadhan 1447 H, kebutuhan akan logistik, perbaikan fasilitas pendidikan, dan dukungan mental masih sangat tinggi.
"Setiap huruf yang dibaca oleh anak-anak di atas tanah berlumpur ini akan menggetarkan Arsy," tegas Tgk Azhar.
"Terima kasih Yayasan Mulia Sedekah Sesama, kalian telah mengirimkan nafas kehidupan. Pemulihannya Tapi misi ini belum usai. Pidie Jaya butuh kita semua untuk benar-benar pulih."
Mari Bergerak!
Kisah heroik dari Banten untuk Aceh ini adalah bukti bahwa sedekah Anda adalah 'tangan' yang menarik mereka dari keterpurukan. Jangan biarkan langkah Tgk Azhar Kiran berjuang sendiri.
Mari lipatgandakan kebaikan, karena setiap rupiah yang Anda salurkan hari ini adalah investasi abadi yang takkan tergerus bencana.
Pidie Jaya Sedang Bangkit. Pastikan Nama Anda Tercatat dalam Sejarah Pemulihannya!
