Aceh Utara - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menerima bantuan 149 ton benih padi varietas unggul dari pemerintah pusat sebagai upaya mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana banjir dan tanah longsor. Bantuan tersebut disalurkan untuk mendukung para petani yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Faisal Mulyawan, menyebutkan benih yang diberikan merupakan varietas Inpari 32 untuk tahun 2026.
“Benih padi varietas Inpari 32 yang diberikan oleh pemerintah pusat untuk tahun 2026 dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi bagi petani terdampak bencana akhir November 2025,” ujar Faisal sebagaimana dikutip Antara News.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut disalurkan dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 65 ton untuk lahan seluas 2.600 hektare, sedangkan tahap kedua sebanyak 84 ton untuk 3.366 hektare. Penyaluran ini menyasar sejumlah kecamatan seperti Muara Batu, Lapang, Kuta Makmur, Sawang, hingga Langkahan dan Simpang Kramat.
Bantuan tahap kedua difokuskan pada desa atau gampong yang belum terakomodasi pada penyaluran tahap pertama.
Faisal menegaskan, bantuan benih tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan di daerah. Ia juga berharap para petani dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, sebelumnya Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Erwandi, menyatakan bahwa Kementerian Pertanian juga telah memulai rehabilitasi 1.093 hektare lahan sawah yang terdampak bencana.
Berdasarkan data, bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 berdampak pada 18.316 hektare sawah atau sekitar 46 persen dari total luas baku sawah di Kabupaten Aceh Utara. Rinciannya, 4.679 hektare mengalami rusak berat, 6.447 hektare rusak sedang, dan 7.189 hektare rusak ringan.[*]
