Aceh Tengah Luncurkan SADAKAH, Data Kemiskinan Kini Terintegrasi

Takengon – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah meluncurkan inovasi SADAKAH (Satu Data Kemiskinan Aceh Tengah) sebagai langkah baru dalam menanggulangi kemiskinan berbasis data. Program ini diperkenalkan dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 yang dipimpin Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, di Gedung Oproom Setdakab Aceh Tengah, Rabu (15/4/2026).

SADAKAH merupakan hasil kolaborasi antara Bappeda dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Aceh Tengah. Aplikasi ini dirancang untuk mengintegrasikan data kemiskinan daerah dengan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) nasional, serta data dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Diskominfo Aceh Tengah, Mustafa Kamal, menyebutkan bahwa inovasi ini menjadi solusi atas persoalan ketidaksinkronan data selama ini.

“SADAKAH adalah bentuk integrasi data kemiskinan dengan data sosial ekonomi nasional dan data OPD. Dengan sistem yang terpadu, penanganan kemiskinan bisa lebih tepat sasaran dan mengurangi risiko bantuan yang tidak sesuai,” ujarnya.

Bupati Haili Yoga menegaskan pentingnya data akurat dalam setiap perencanaan pembangunan, terutama untuk mendukung program prioritas tahun 2027, termasuk pemulihan pasca-bencana.

“Pembangunan harus berbasis data yang valid. Hasil Musrenbang ini harus dikawal hingga tingkat provinsi dan pusat agar program yang disusun tidak tumpang tindih dan benar-benar tepat sasaran,” kata Haili Yoga.

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Aceh Tengah, Zahara Zakaria, menyampaikan bahwa implementasi SADAKAH akan diperkuat melalui bimbingan teknis kepada para petugas walidata di setiap OPD.

“Pada 20 April mendatang, kami akan menggelar Bimtek penggunaan aplikasi SADAKAH agar pengelolaan data berjalan optimal,” jelasnya.

Musrenbang RKPD 2027 yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi forum strategis untuk menghimpun aspirasi masyarakat dan pemangku kepentingan. Dengan hadirnya SADAKAH, arah pembangunan Aceh Tengah diharapkan semakin terarah, tidak hanya fokus pada pemulihan infrastruktur pasca-bencana, tetapi juga mampu menekan angka kemiskinan secara lebih efektif, terukur, dan akuntabel.[*]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama