Jakarta — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menanggapi isu viral terkait anggaran Rp1,2 triliun untuk pengembangan Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) dan layanan managed service IT serta IoT.
Dadan menjelaskan, anggaran tersebut terbagi untuk dua kebutuhan utama, yakni pengembangan aplikasi SIPGN senilai sekitar Rp550 miliar dan layanan IoT sekitar Rp199 miliar. Seluruh proses dilakukan secara transparan dan sesuai regulasi.
Ia juga menegaskan keterlibatan Perum Peruri sebagai mitra strategis merupakan bagian dari transformasi digital pemerintah. PERURI disebut telah berstatus GovTech Indonesia dan berperan dalam sistem keamanan digital nasional.
“Semua proses berjalan sesuai aturan dan prinsip good governance,” kata Dadan seperti yang dikutip detik, Selasa (21/4/2026).
BGN memastikan sistem ini akan digunakan untuk mendukung pemantauan dan distribusi gizi secara real-time agar tepat sasaran.[*]
