PDIP Tegaskan Putus Hubungan dengan Jokowi, Singgung Isu “Pengkhianatan”

Jakarta - Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Guntur Romli, menegaskan bahwa partainya telah memutus hubungan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Pernyataan ini disampaikan merespons dinamika politik terbaru yang turut melibatkan Jusuf Kalla.

“PDI Perjuangan sudah tutup buku dengan Pak Jokowi, sudah dipecat. Tidak mau lagi membahas dan dikaitkan dengan Jokowi,” ujar Guntur Romli, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (20/4/2026).

Guntur juga menyinggung pernyataan Jusuf Kalla yang belakangan menjadi sorotan, dan menilai hal tersebut memperkuat dugaan adanya “pengkhianatan” dalam perjalanan politik Jokowi. Ia menyebut sejumlah tokoh yang dinilai pernah berkontribusi terhadap karier politik Jokowi, mulai dari Megawati Soekarnoputri hingga tokoh lain di dalam maupun luar PDIP.

“Nama-nama itu semua berkontribusi besar terhadap karier Jokowi, tapi apa balasannya, pengkhianatan,” kata Guntur.

Hubungan antara Jokowi dan Jusuf Kalla belakangan memanas seiring mencuatnya isu ijazah. Polemik tersebut semakin meluas setelah Jusuf Kalla dilaporkan terkait dugaan penistaan agama dalam sebuah ceramah.

Dalam pernyataannya pada 18 April 2026, Jusuf Kalla mengungkap perannya dalam mendorong Jokowi maju pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012. Ia menyebut dirinya yang memperkenalkan Jokowi kepada Megawati hingga akhirnya mendapat dukungan.

“Jokowi jadi Presiden karena saya. Tanpa jadi Gubernur, mana bisa jadi Presiden,” ujar Jusuf Kalla.

Sementara itu, Jokowi merespons santai pernyataan tersebut. Ia menyebut dirinya bukan sosok penting.

“Ya, saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” kata Jokowi.

Pernyataan saling respons antar tokoh ini memperlihatkan dinamika hubungan politik yang terus berkembang, sekaligus menjadi sorotan publik di tengah berbagai isu nasional yang sedang bergulir. [*]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama