Meulaboh – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, akhirnya merespons polemik penunjukan Penjabat (Pj) Keuchik Gampong Persiapan Peunaga Baro, Kecamatan Meureubo, yang menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.
Tarmizi menjelaskan bahwa penunjukan Indra Gunawan sebagai Pj Keuchik merupakan langkah solusi untuk meredam konflik antara dua kelompok yang saling mengajukan kandidat berbeda.
“Saya hanya memberi saran ketika ada usulan Pj Keuchik dari dua kelompok, agar tidak menerima salah satu pihak karena berpotensi memicu konflik internal gampong,” ujar Tarmizi, seperti dikutip dari RRI, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, penanganan persoalan tersebut sebelumnya telah dipercayakan kepada camat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Barat. Namun, karena muncul dua usulan dari kelompok berbeda, pemerintah kabupaten mengambil jalan tengah.
Tarmizi menegaskan, solusi paling tepat adalah menunjuk figur dari luar gampong untuk menjaga stabilitas sosial masyarakat.
“Solusi terbaik adalah mengirim orang lain dari kabupaten sebagai jalan tengah. Kalau ada yang kecewa itu wajar,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa Pj Keuchik yang ditunjuk harus bekerja profesional tanpa membawa kepentingan kelompok tertentu.
“Yang jelas sekarang Pj akan bekerja untuk membantu desa persiapan tanpa ada kepentingan lain, apalagi kepentingan kelompok,” tegasnya.
Sebelumnya, polemik ini mencuat setelah penunjukan Indra Gunawan memicu penolakan dari sebagian masyarakat. Aksi protes bahkan berujung pada penyegelan kantor desa pada 8 April 2026.
Penolakan datang dari kelompok pemuda dan aparatur gampong yang mengaku diberhentikan, kemudian digantikan oleh perangkat baru dari kelompok berbeda. Konflik ini memperlihatkan pentingnya kebijakan netral dalam menjaga kondusivitas di tingkat gampong.[*]
