DPR Dorong Promosi Wisata Lewat Media Sosial untuk Dongkrak Ekonomi

Purwokerto — Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah, mendorong optimalisasi promosi pariwisata melalui media sosial guna meningkatkan daya tarik destinasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pariwisata akan dikenal luas, tidak hanya di Banyumas, tetapi juga secara nasional hingga internasional jika promosi dapat menjangkau masyarakat secara efektif,” kata Siti Mukaromah dalam kegiatan Bimbingan Teknis promosi Wonderful Indonesia di Purwokerto, Jumat (17/4/2026).

Ia menilai media sosial menjadi sarana strategis dalam memperkenalkan potensi daerah di era digital, terutama dengan melibatkan generasi muda yang dinilai kreatif dalam memproduksi konten.

Menurutnya, potensi pariwisata daerah seperti Banyumas perlu dikemas secara menarik agar mampu menarik minat wisatawan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Dilansir dari ANTARA News, Siti juga menyinggung perubahan regulasi dari Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 menjadi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang kepariwisataan yang menekankan pendekatan berbasis ekosistem.

“Pariwisata berbasis ekosistem melibatkan banyak sektor seperti budaya, UMKM, dan ekonomi kreatif yang saling terhubung,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi digital, khususnya media sosial, menjadi peluang besar dalam menjawab tantangan pemasaran pariwisata saat ini.

“Pemanfaatan teknologi menjadi peluang besar, salah satunya melalui promosi di media sosial yang mampu menjangkau pasar lebih luas,” katanya.

Sebagai mitra pemerintah, DPR RI juga berperan menjembatani program kementerian agar dapat dipahami dan dimanfaatkan masyarakat.

Ia pun mengajak generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, untuk meningkatkan kapasitas dalam memanfaatkan media sosial secara produktif sebagai kreator konten.

“Kreator konten bisa menjadi jembatan untuk mempublikasikan dan mempromosikan potensi wisata beserta ekosistemnya,” ujarnya.

Selain berperan dalam promosi, aktivitas sebagai kreator konten juga dinilai memiliki nilai ekonomi.

“Dari sisi kreator konten ada nilai ekonomi yang bisa didapat, sementara dari sisi bangsa menjadi sarana memperkenalkan destinasi wisata Indonesia secara lebih luas,” katanya.

Ia menegaskan bahwa potensi pariwisata Indonesia tidak hanya terbatas pada destinasi populer, tetapi juga tersebar di berbagai daerah yang perlu terus dipromosikan.

“Indonesia memiliki banyak destinasi yang harus dikenal dunia, termasuk di daerah seperti Banyumas,” demikian Siti Mukaromah.[*]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama