Kutacane - Harga komoditas kakao (cokelat) kering di tingkat petani di Aceh Tenggara dilaporkan stabil selama sepekan terakhir. Hingga kini, harga beli di tingkat pengepul masih bertahan di kisaran Rp40.000 per kilogram.
Stabilnya harga tersebut menjadi perhatian petani setempat. Meski belum menunjukkan kenaikan signifikan, kondisi ini dinilai masih mampu menjaga pendapatan petani di tengah fluktuasi harga komoditas perkebunan lainnya.
Seorang pengepul kakao, Manto mengatakan, kestabilan harga dipengaruhi oleh kondisi pasar serta kualitas biji kakao yang dihasilkan petani.
“Selama satu minggu ini belum ada perubahan harga yang berarti. Masih di angka Rp40.000 per kilogram untuk kualitas kering,” ujarnya, Manto, seperti dikutip pada TribunGayo.com, Sabtu (19/4/2026).
Meski demikian, para petani berharap harga kakao dapat meningkat dalam waktu dekat guna menutupi biaya perawatan kebun yang terus naik.
Sejauh ini, Aceh Tenggara masih menjadi salah satu daerah penghasil kakao yang cukup diperhitungkan di Aceh.
Seorang Tauke Kakao di Aceh Tenggara, Manto kepada TribunGayo.com, Sabtu (19/4/2026) mengatakan
