Sebuah kapal tanker milik Malaysia dilaporkan berhasil melintasi jalur strategis Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Dikutip pada BBC News Indonesia, kapal tersebut mendapat izin khusus dari Iran untuk melintas, yang dinilai sebagai bentuk hubungan diplomatik yang baik antara kedua negara.
Dalam pernyataan resminya, pihak Iran menyebut bahwa mereka “tidak melupakan teman”, merujuk pada negara-negara yang selama ini menjaga hubungan baik, termasuk Malaysia.
Kapal tanker tersebut diketahui mengangkut minyak mentah dan dijadwalkan tiba di Malaysia dalam waktu dekat. Kebijakan Iran ini sekaligus menunjukkan bahwa tidak semua kapal bebas melintasi Selat Hormuz, terutama bagi negara yang memiliki hubungan tegang dengan Teheran.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi global, dengan sebagian besar distribusi minyak dunia melewati wilayah tersebut. Situasi keamanan di kawasan ini terus menjadi perhatian internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi dunia.[*]
