Kota Jantho – Gampong Lam Asan, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, mulai menunjukkan langkah nyata dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) yang dikelola Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Asan Berseri.
Fasilitas TPS-3R tersebut merupakan bantuan Pemerintah Pusat melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2025, dengan pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Aceh Besar. Program ini bertujuan mengurangi volume sampah dari sumbernya sekaligus mendorong peningkatan ekonomi lokal dan menjaga kelestarian lingkungan.
Ketua BUMG Asan Berseri, Syuhada (30), mengatakan saat ini operasional TPS-3R masih dalam tahap awal dengan dua tenaga kerja. Kegiatan yang berjalan baru sebatas pengumpulan sampah dari rumah warga di Gampong Lam Asan dan empat gampong sekitar.
“Untuk saat ini, pengumpulan sampah masih difokuskan di Lam Asan dan empat gampong tetangga,” ujarnya saat ditemui di lokasi TPS-3R, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, sampah yang terkumpul kemudian dipilah berdasarkan jenis dan warna, lalu dicacah menjadi bagian kecil. Setelah itu, hasil cacahan dikemas dan diberi label sebelum dijual.
Keuchik Lam Asan, Jufri, menyebutkan bahwa BUMG ini juga mulai memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Gampong (PAG). Sumber pendapatan berasal dari iuran warga sebesar Rp15 ribu per rumah setiap bulan serta hasil penjualan sampah olahan.
“Pendapatan yang masuk saat ini berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan,” jelasnya.
Namun demikian, pihaknya mengakui masih ada keterbatasan fasilitas, terutama mesin press untuk pengemasan. Menurutnya, keberadaan alat tersebut akan meningkatkan nilai jual hasil olahan sampah.
“Kami berharap ke depan bisa memiliki mesin press agar pengemasan lebih maksimal dan nilai jual meningkat. Selain itu, kami juga akan memperluas jangkauan sumber sampah,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Kuta Baro, Zahrul Fuadi, menyampaikan bahwa kehadiran TPS-3R menjadi solusi pengelolaan sampah berbasis gampong yang tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menambah pendapatan desa.
“Program ini penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Gampong. Kami berharap masyarakat ikut berpartisipasi karena manfaatnya akan kembali ke gampong,” ujarnya.
Keberadaan TPS-3R Lam Asan diharapkan menjadi contoh pengelolaan sampah mandiri yang berkelanjutan, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan memperkuat ekonomi berbasis desa.[*]
