Lhokseumawe – Dalam upaya membentengi generasi muda dari ancaman narkotika, Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Lhokseumawe resmi menjalin kerja sama strategis dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lhokseumawe.
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang difokuskan pada persiapan pembentukan Satuan Karya Pramuka (Saka) Anti Narkoba serta penguatan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan pendidikan.
Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Harian Kwarcab Pramuka Kota Lhokseumawe, Dedi Supriadi, S.E., M.S.M., bersama Kepala BNN Kota Lhokseumawe, AKBP Werdha Susetyo, S.E. Prosesi ini turut disaksikan oleh Sekretaris Kwarcab, Mawardi Eva, S.E., dan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab), Kusnadi, S.Pd. Acara berlangsung khidmat di Aula Kantor BNN Kota Lhokseumawe pada Selasa (21/04/2026).
Ketua Kwarcab (Kakwarcab) Kota Lhokseumawe, M. Maxalmina, S.H.I., S.H., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terlaksananya kerja sama ini. Menurutnya, langkah ini sangat krusial dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan PKS ini sebagai upaya nyata dalam pembentukan karakter generasi muda agar menjauhi narkoba. Melalui Saka Anti Narkoba, kita akan melakukan sosialisasi yang lebih intensif, baik di tingkat sekolah maupun langsung ke tengah masyarakat," ujar M. Maxalmina.
Kerja sama ini dirancang untuk menciptakan wadah khusus bagi anggota Pramuka guna mendalami pengetahuan penanggulangan narkoba. Program ini akan mencakup penyusunan kurikulum pelatihan teknis, pembentukan struktur kepengurusan Saka, serta pelaksanaan sosialisasi terpadu yang melibatkan instruktur ahli dari BNN Kota. Secara khusus, program ini menargetkan anggota Pramuka tingkat Penegak dan Pandega dari seluruh Gugus Depan di Kota Lhokseumawe untuk dilatih menjadi kader penyuluh sebaya.
Ketua Harian Kwarcab, Dedi Supriadi, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah respons organisasi terhadap status darurat narkoba. "Kami ingin anggota Pramuka di Lhokseumawe tidak hanya sekadar tahu bahayanya, tetapi juga memiliki wadah resmi untuk belajar dan menjadi pelopor lingkungan bersih narkoba," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BNN Kota Lhokseumawe, AKBP Werdha Susetyo, menyambut baik inisiatif ini sebagai kekuatan baru dalam upaya preventif. BNN Kota berkomitmen memberikan pembinaan intensif dan menyediakan instruktur ahli untuk mendampingi para anggota Saka nantinya.
Pasca-penandatanganan PKS ini, kedua belah pihak akan segera berkoordinasi untuk menyusun struktur Majelis Pembimbing (Mabi) Saka dan Pimpinan Saka. Selain itu, dijadwalkan pula program go-to-school untuk sosialisasi perdana sekaligus rekrutmen anggota baru.[Rahmadi]
