Kota Jantho — Puskesmas Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, terus mengintensifkan upaya percepatan eradikasi penyakit frambusia melalui kegiatan sosialisasi dan deteksi dini yang menyasar kalangan pelajar.
Program promotif dan preventif ini dilaksanakan di MIN 27 Aceh Besar pada Senin (27/04/2026), sebagai bagian dari strategi menekan angka kasus frambusia—penyakit kulit menular yang masih menjadi perhatian dalam program kesehatan masyarakat.
Kepala Puskesmas Ingin Jaya, Munizar, S.ST., M.Si., menegaskan bahwa edukasi sejak usia dini menjadi langkah krusial dalam memutus rantai penularan penyakit tersebut.
“Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang frambusia, agar mereka mampu mengenali gejala sejak dini sekaligus berperan aktif dalam pencegahan,” ujarnya.
Menurut Munizar, keberhasilan eradikasi frambusia tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk sekolah sebagai lingkungan pembentukan perilaku anak.
“Sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan pola hidup bersih dan sehat kepada siswa, sehingga dukungan mereka sangat penting dalam upaya ini,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, tim tenaga kesehatan memberikan edukasi komprehensif kepada siswa, mulai dari penyebab, cara penularan, tanda dan gejala, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tak hanya itu, Puskesmas Ingin Jaya juga melakukan deteksi dini terhadap siswa guna mengidentifikasi kemungkinan adanya gejala frambusia secara cepat dan tepat.
Munizar menambahkan, pihaknya berkomitmen menjalankan program ini secara berkelanjutan dengan pendekatan terencana dan terintegrasi, demi mencapai target eradikasi secara optimal.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas dukungan penuh dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi pihak sekolah yang telah memfasilitasi kegiatan ini dengan baik, sehingga edukasi kesehatan dapat berjalan maksimal,” ungkapnya.
Melalui sinergi antara Puskesmas, sekolah, dan masyarakat, diharapkan upaya pemberantasan frambusia di Kabupaten Aceh Besar dapat berjalan efektif, sehingga generasi muda tumbuh sehat dan terbebas dari penyakit menular.
“Mari bersama kita wujudkan generasi sehat dan lingkungan yang bebas dari frambusia,” pungkas Munizar.[wir]
