Ratusan Al-Qur’an Disalurkan di Pidie Jaya, Bangkitkan Semangat Mengaji Pascabanjir


Pidie JayaSemangat mengaji di wilayah terdampak banjir di Aceh kembali bangkit. Ustadz Azhar Kiran bersama Yayasan Mulia Sedekah Sesama dari Banten menyalurkan ratusan mushaf Al-Qur’an wakaf dan kitab Iqra kepada para santri di sejumlah dayah, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), balai pengajian hingga sekolah umum.

Penyaluran bantuan tahap kedua ini menjangkau wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Pidie, hingga Bireuen, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda akhir 2025 lalu.

Peran Ustadz Azhar Kiran dinilai sentral dalam gerakan kemanusiaan ini. Ia menjadi penghubung antara para donatur dan lembaga pendidikan agama yang membutuhkan sarana belajar mengaji.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Pidie Jaya, Teuku Samsul Bahri, mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, bantuan ini tidak sekadar bersifat fisik, tetapi juga bagian dari pemulihan spiritual masyarakat.

“Ini bukan hanya bantuan Al-Qur’an, tetapi upaya besar dalam memulihkan semangat religius masyarakat Pidie Jaya,” ujarnya.

Pada tahap kedua, jumlah bantuan mengalami peningkatan signifikan. Sebanyak 347 mushaf Al-Qur’an dan 30 kitab Iqra disalurkan, meningkat dari tahap pertama yang hanya 200 mushaf dan 15 kitab Iqra.

Secara keseluruhan, total bantuan yang telah didistribusikan mencapai 547 mushaf Al-Qur’an dan 45 kitab Iqra. Bantuan ini difokuskan untuk mengganti sarana mengaji yang rusak atau hilang akibat banjir.

Camat Meurah Dua, Iskandar, turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.

“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami. Ini menjadi modal penting untuk membangkitkan kembali syiar Islam dan moral generasi muda,” katanya, Sabtu (18/4/2026).

Penyaluran dilakukan sejak Maret hingga April 2026 dan menyasar berbagai titik, di antaranya Kecamatan Jangka Buya, Ulim, Meurah Dua, Trienggadeng, Bandar Baru, Meureudu, hingga Bandar Dua di Pidie Jaya. Bantuan juga disalurkan ke Kabupaten Bireuen, tepatnya di Desa Kandang, Kecamatan Samalanga.

Bencana banjir sebelumnya menyebabkan kerusakan signifikan, termasuk puluhan mushaf Al-Qur’an yang rusak di sejumlah balai pengajian. Kini, dengan bantuan tersebut, para santri kembali dapat belajar dan mengaji dengan fasilitas yang layak.

Program ini menunjukkan bahwa sinergi antara tokoh lokal dan lembaga sosial mampu menjadi kekuatan dalam memulihkan kehidupan masyarakat, sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai keagamaan pascabencana.[*]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama