Rute Langsung Ketapang–Jakarta Resmi Beroperasi 5 Juni 2026, Pangkas Waktu Tempuh




Ketapang — Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Ketapang. Pemerintah daerah memastikan rute penerbangan langsung (direct flight) yang menghubungkan Ketapang–Jakarta akan mulai beroperasi pada 5 Juni 2026.

Kehadiran rute ini menjadi langkah strategis untuk memangkas waktu tempuh perjalanan sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat. Selama ini, penerbangan dari Ketapang menuju Jakarta harus melalui transit di Pontianak.

Pemerintah Kabupaten Ketapang menyampaikan apresiasi kepada maskapai PT Fly Jaya atas terealisasinya rute penerbangan langsung tersebut. Pembukaan jalur ini disebut sebagai hasil dari upaya panjang yang telah dirintis sejak tahun lalu.

“Ini adalah cita-cita bersama yang telah kita perjuangkan. Kehadiran rute ini akan sangat membantu masyarakat dalam menghemat waktu dan tenaga,” demikian disampaikan pihak pemerintah daerah.

Penerbangan rute Ketapang–Jakarta akan dilayani oleh PT Fly Jaya, maskapai bertarif rendah (low-cost carrier/LCC) yang berfokus pada konektivitas regional.

Direktur Niaga PT Fly Jaya, Ary Mercyanto, mengatakan pada tahap awal pihaknya akan mengoperasikan pesawat tipe ATR 72-500 dengan frekuensi tiga kali dalam sepekan.

Adapun rincian operasionalnya sebagai berikut:

Rute: Bandara Rahadi Oesman (KTG) – Bandara Halim Perdanakusuma (HLP)

Mulai operasional: 5 Juni 2026

Frekuensi: Tiga kali seminggu (tahap awal)

“Kami menargetkan operasional perdana pada 5 Juni mendatang. Dukungan pemerintah daerah sangat luar biasa. Kami berharap rute ini dapat berkelanjutan dan mendapat respons positif dari masyarakat,” ujar Ary.

Sementara itu, pihak Bandara Rahadi Oesman memastikan kesiapan operasional telah mencapai 100 persen. Fokus saat ini adalah meningkatkan kenyamanan penumpang di terminal guna menyambut peningkatan aktivitas penerbangan.

Pembukaan rute langsung ini disambut positif oleh pelaku usaha di Ketapang. Akses penerbangan langsung ke Jakarta dinilai akan memberikan berbagai dampak ekonomi, di antaranya mempercepat mobilitas tenaga kerja, menekan biaya perjalanan dinas, serta meningkatkan daya tarik investasi.

Dengan konektivitas yang semakin baik, Ketapang diproyeksikan mengalami percepatan pertumbuhan ekonomi dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan di Kalimantan Barat.

Langkah ini juga sejalan dengan visi pembangunan daerah untuk mewujudkan Ketapang yang maju dan mandiri melalui pemerataan akses transportasi serta peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat.[*]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama