Medan - Asosiasi Bakti Dosen dan Praktisi Inovasi Masyarakat Indonesia (ABDIKAMI) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Nasional Tahun 2026
Humas ABDIKAMI, Fohan Muzakir, M.Sos kepada inspot.id, kamis (21/5/2025) menjelaskan kegiatan ini mengusung tema “Model Pemberdayaan Inklusif dan Terintegrasi Ibu Rumah Tangga Berbasis Multidisiplin untuk Meningkatkan Literasi Digital, Kesejahteraan Ekonomi, dan Ketahanan Keluarga” dilaksanakan pada tanggal 18–19 Mei 2026 di Mushalla Perumahan Terjun Indah, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara.
Sebanyak 20 ibu rumah tangga hadir sebagai peserta aktif dalam rangkaian pelatihan, edukasi, dan pendampingan multidisiplin.
Program PKM Nasional ini melibatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, yaitu Universitas Malikussaleh, Universitas Prima Indonesia, Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh, Universitas Gunung Leuser, Universitas Islam Kebangsaan Indonesia, Universitas Almuslim, Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah, Universitas Mahkota Tricom Unggul, dan Universitas Pamulang.
Ketua Umum ABDIKAMI, Zulaida Rahmi,S.Kom.,M.Sc dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat harus mampu memberikan solusi nyata terhadap kebutuhan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif lintas keilmuan.
“Pengabdian masyarakat merupakan bagian penting dari tanggung jawab akademisi kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, ABDIKAMI ingin menghadirkan program yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan. Kami berharap para ibu rumah tangga dapat menjadi lebih mandiri, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ungkapnya.
Pada sesi literasi digital dan ekonomi kreatif, Eva Darnila,S.T.,M.T dari Universitas Malikussaleh memberikan pelatihan tentang digitalisasi usaha rumah tangga serta strategi branding produk hasil dapur rumahan agar mampu dipasarkan secara lebih luas melalui media digital dan media sosial.
Selanjutnya, Salsa Haliqa,S.Pd.,M.Pd dari UMMAH menyampaikan materi mengenai deteksi dini dan gejala ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) pada anak. Materi ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua terhadap tumbuh kembang anak dan pentingnya penanganan sejak dini.
Materi kewirausahaan dan pengelolaan usaha disampaikan oleh Emalia Ariska, S.E.,M.M dari UNIKI dengan fokus pada manajemen produk, strategi pemasaran, serta pengembangan usaha kecil berbasis rumah tangga.
Dalam bidang pendidikan keluarga, Khairunnisak dari Universitas Almuslim menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun karakter, pendidikan moral, dan ketahanan keluarga di era digital dibidang STEM.
Sementara itu, edukasi kesehatan keluarga turut diberikan oleh Sri Wahyuni Tarigan ,S.T.,M.Pd dari UNPRI mengenai bahaya bahan kimia pada jajanan anak serta dampaknya terhadap kesehatan jangka panjang.
Kegiatan semakin lengkap dengan adanya layanan pemeriksaan kesehatan keluarga yang dilakukan oleh tim medis Universitas Almuslim yang dipimpin oleh Nurul Alvi bersama tim perawat dari UMMAH.
Pemeriksaan kesehatan ini meliputi pengecekan tekanan darah, konsultasi kesehatan dasar, serta edukasi pola hidup sehat bagi keluarga.
Pada bidang hukum keluarga, pakar hukum UMMAH, Dr. Alfiandi Zikra,S.H .,M.H memberikan pemahaman mengenai perlindungan hukum dalam keluarga, hak dan kewajiban anggota keluarga, serta pentingnya membangun keluarga harmonis berdasarkan pemahaman hukum yang baik.
Selain itu, tim dari Universitas Gunung Leuser memberikan praktik langsung budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) dan pengenalan sistem aquaponik sebagai alternatif ketahanan pangan keluarga yang mudah diterapkan di lingkungan rumah.
Kehadiran mahasiswa dari Universitas Prima Indonesia dan Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh turut menambah semangat kegiatan. Para mahasiswa aktif membantu pendampingan peserta, pelaksanaan pelatihan, serta berbagai kegiatan praktik selama pengabdian berlangsung. [FM]
