Tgk. Muchtar Andhika Ungkap Enam Penyebab Rusaknya Hati dalam Khutbah Jumat

Sabang – Imam muda Masjid Syuhada Gampong Balohan, Kota Sabang, Tgk. Muchtar Andhika, mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan hati dari berbagai penyakit rohani yang dapat merusak hubungan manusia dengan Allah SWT.

Pesan tersebut disampaikannya dalam khutbah Jumat di Masjid Syuhada, Gampong Balohan, Kota Sabang, Jumat (29/5/2026). Menurutnya, hati merupakan pusat keimanan dan sumber lahirnya amal saleh, sehingga setiap Muslim wajib merawatnya agar tetap hidup, lembut, dan peka terhadap kebenaran.

"Manusia diharapkan selalu menjaga kondisi hati agar tidak rusak. Dengan hati yang sehat, seseorang akan mudah beribadah kepada Allah SWT serta memiliki kepedulian sosial terhadap sesama," ujar Tgk. Muchtar Andhika dalam khutbahnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengutip pandangan Imam Hasan al-Bashri yang dijelaskan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Munabbihât 'ala Isti'dâdi li Yaumil Mî'âd. Disebutkan bahwa terdapat enam perkara yang dapat merusak hati manusia.

Keenam hal tersebut adalah berbuat dosa sambil berharap masih sempat bertobat, menuntut ilmu tanpa mengamalkannya, beramal tanpa keikhlasan, tidak bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah, tidak ridha terhadap ketentuan-Nya, serta menyaksikan kematian tanpa mengambil pelajaran darinya.

Lebih lanjut, Tgk. Muchtar menjelaskan bahwa kesombongan, kelalaian, dan minimnya rasa syukur merupakan akar dari berbagai penyakit hati yang sering menjangkiti manusia.

"Kita sering menikmati karunia Allah, tetapi lupa untuk bersyukur. Padahal syukur bukan hanya mengucapkan Alhamdulillah, melainkan juga menggunakan nikmat Allah untuk hal-hal yang diridhai-Nya," jelasnya sambil mengutip penjelasan Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab Nashaihul ‘Ibad.

Di akhir khutbah, Tgk. Muchtar mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa melakukan muhasabah atau introspeksi diri serta menjauhi enam perkara yang dapat menggelapkan hati.

Menurutnya, hati yang bersih akan membuat seseorang lebih peka terhadap kebenaran, ringan dalam beribadah, serta memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sesama.

"Dengan hati yang bersih, kita akan lebih peka terhadap kebenaran, ringan beribadah, dan tumbuh rasa peduli kepada sesama. Inilah ciri insan terbaik di sisi Allah SWT," pungkasnya.[*]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama