Atap Makam Sultan Malikussaleh Bocor, Perlu Rehabilitasi

Aceh Utara – Kondisi Kompleks Makam Sultan Malikussaleh di Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, semakin memprihatinkan. Sejumlah bagian atap bangunan pelindung makam pendiri Kesultanan Samudera Pasai itu terlihat rusak dan bocor, sehingga memicu keprihatinan masyarakat serta pemerhati sejarah.

Kerusakan tersebut dinilai tidak hanya mengancam kelestarian situs bersejarah, tetapi juga mencoreng citra Aceh sebagai daerah yang memiliki warisan peradaban Islam tertua di Nusantara.

Mantan Kombatan GAM, Rasyidin, menyayangkan kondisi kompleks makam yang hingga kini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.

"Kami malu melihat kondisi seperti ini. Belum lama ini ada pengunjung dari Malaysia dan beberapa negara lain yang datang berziarah ke Makam Sultan Malikussaleh. Mereka melihat langsung atap yang bocor dan rusak. Ini sangat memalukan bagi kita semua," kata Rasyidin, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, Makam Sultan Malikussaleh merupakan salah satu ikon sejarah Aceh yang dikenal luas hingga mancanegara. Oleh karena itu, situs bersejarah tersebut seharusnya menjadi prioritas dalam program pelestarian cagar budaya dan pengembangan wisata religi.

Rasyidin juga menyinggung banyaknya janji politik yang disampaikan para calon kepala daerah dan anggota legislatif saat masa kampanye.

"Sebelum pemilihan, banyak calon gubernur, calon wakil gubernur, calon anggota DPRA, calon bupati, wakil bupati, hingga calon anggota DPRK yang datang ke lokasi ini. Mereka berbicara tentang menjaga sejarah dan memajukan wisata religi. Namun setelah terpilih, hingga hari ini kondisi makam tetap seperti ini. Ke mana janji-janji itu?" ujarnya.

Masyarakat menilai pemerintah tidak boleh membiarkan kerusakan terus terjadi pada makam yang menjadi simbol kejayaan Kesultanan Samudera Pasai tersebut. Sultan Malikussaleh bukan hanya tokoh penting bagi Aceh Utara, tetapi juga memiliki peran besar dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia.

"Ini bukan sekadar bangunan biasa. Makam Sultan Malikussaleh adalah identitas sejarah Aceh Utara dan bukti kejayaan Samudera Pasai. Jika terus dibiarkan rusak, berarti kita sedang mengabaikan warisan leluhur yang sangat berharga," ujar salah seorang pengunjung.

Kerusakan atap yang semakin parah dikhawatirkan akan berdampak pada bangunan pelindung makam, terutama saat musim hujan. Kebocoran yang terus terjadi berpotensi mempercepat kerusakan fasilitas dan mengurangi kenyamanan para peziarah yang datang dari berbagai daerah, bahkan luar negeri.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Pemerintah Aceh, serta instansi terkait segera mengalokasikan anggaran rehabilitasi untuk memperbaiki kompleks Makam Sultan Malikussaleh. Langkah cepat dinilai penting agar salah satu situs sejarah Islam terbesar di Nusantara itu tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Hingga saat ini, kondisi atap yang bocor masih menjadi pemandangan yang memprihatinkan di kompleks makam tersebut. Padahal, setiap tahun lokasi ini dikunjungi peziarah, wisatawan religi, peneliti, hingga tamu dari mancanegara yang ingin melihat langsung jejak kejayaan Kesultanan Samudera Pasai di Aceh Utara.[wir]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama