Jakarta – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menegaskan bahwa politik harus dijalankan sebagai alat pengabdian kepada rakyat, bukan sekadar sarana mengejar jabatan maupun popularitas.
Hal tersebut disampaikan Megawati dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan sekaligus pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026), sebagaimana dikutip dari rmoljatim.com.
Menurut Megawati, politik pada hakikatnya merupakan tanggung jawab moral dan sejarah, sehingga tidak boleh dijalankan untuk kepentingan pribadi. Ia mengingatkan seluruh kader banteng agar menjadikan setiap langkah politik sebagai bentuk pengabdian kepada rakyat.
“Seorang pejuang sejati tidak mengejar popularitas, melainkan tanggung jawab; tidak mencari pujian, melainkan pengabdian,” tegas Megawati.
Megawati menilai, politik yang kehilangan dimensi moral akan menjauh dari rakyat dan melupakan tujuan dasarnya sebagai alat perjuangan kesejahteraan bersama. Karena itu, ia menekankan pentingnya mengembalikan politik pada nilai gotong royong serta keberpihakan kepada rakyat kecil.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan seorang kader tidak diukur dari banyaknya jabatan yang pernah diemban. Sejarah, kata Megawati, akan menilai sikap politik seseorang berdasarkan keberpihakannya pada kebenaran di saat menghadapi ujian.
“Sejarah tidak akan bertanya berapa jabatan yang pernah kalian duduki. Sejarah akan bertanya, di pihak siapa kalian berdiri ketika kebenaran diuji,” ujarnya.
Lebih lanjut, Megawati menyerukan agar politik dijalankan dengan kesadaran ideologis dan tanggung jawab jangka panjang. Ia menegaskan politik harus menjadi sarana pengabdian kepada rakyat sekaligus menjaga marwah demokrasi dan nilai-nilai Pancasila.
Rakernas I PDI Perjuangan Tahun 2026 ini mengusung tema “Satyam Eva Jayate” dengan subtema “Di Sanalah Aku Berdiri, Untuk Selama-lamanya.”[*]
