Pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel, menuai perhatian dunia internasional. Trump menyebut peluang diplomasi dengan Iran kini justru semakin terbuka.
Dalam wawancara telepon dengan CBS News, Trump mengatakan situasi terbaru membuat proses negosiasi lebih mudah dibandingkan sebelumnya. “Jauh lebih mudah sekarang dibanding sehari yang lalu, tentu saja, karena mereka sedang terpukul berat,” ujarnya saat ditanya soal prospek penyelesaian krisis Iran.
Trump juga menilai operasi militer tersebut sebagai momen penting yang membuka jalan baru bagi perundingan. Ia bahkan mengisyaratkan adanya sejumlah kandidat yang berpotensi memimpin Iran setelah kematian Khamenei, meski tidak merinci lebih lanjut.
Serangan yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel disebut menargetkan kepemimpinan Iran dan menewaskan sejumlah pejabat tinggi. Washington mengklaim operasi itu bertujuan melemahkan kemampuan militer Iran serta mengurangi ancaman nuklir.
Kematian Khamenei, yang memimpin Iran sejak 1989, dikabarkan mengguncang stabilitas politik negara tersebut dan memicu serangan balasan terhadap Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.
Dikutip dari mitraberita.net, meski Trump optimistis jalur diplomasi semakin terbuka, sejumlah pihak internasional justru menilai situasi tersebut berpotensi memperburuk ketegangan dan memperkuat kelompok garis keras di Iran.[*]
